August 21, 2016   INSTITUSI - 6335 Views

Ada Lho, Therapi Gratis Penyakit Kronis

Editor: Nasmay L. Anas
Ada Lho, Therapi Gratis Penyakit Kronis

Prestasi Indonesia.- Seandainya anda menderita suatu penyakit kronis yang mematikan, sementara anda tidak punya dana yang cukup untuk berobat, maka anda bisa manfaatkan tempat ini.

Manajemen Therapi Hikmatul Iman (MTHI) telah mendedikasikan diri untuk jenis pengobatan seperti ini. Sejumlah penyakit serius seperti kanker, stroke, jantung koroner, bahkan HIV Aids terbukti pernah disembuhkan melalui metode therapi energi tubuh yang dijalankan di lembaga ini.

Pertanyaannya, mengapa bisa gratis? Alasannya, karena mereka berusaha melakukan hal itu dengan ikhlas. Sebab keikhlasan itu bisa membuat energi tubuh mereka jadi lebih kuat.

Therapis senior MTHI –  Sodik Koharuddin dan Mohamad Ashari – menjelaskan hal itu ketika berbincang dengan Prestasi Indonesia di kantornya, Jl. Subang no. 29, Antapani, Bandung, Sabtu (02/07/2016).

Menurut Sodik, metode yang dikembangkan di lembaga pengobatan gratis ini cukup unik. Yaitu therapi untuk segala macam penyakit, dengan memanfaatkan energi tubuh. Energi yang setiap orang punya, tapi tidak semua orang tahu bahwa mereka masing-masing memiliki energi tubuh itu. Dan pengembangannya hanya dengan melakukan latihan.

“Itulah persoalannya. Kebanyakan orang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa mereka memiliki energi tubuh, yang dapat diberdayakan dengan melakukan latihan,” katanya.

Karena itu, papar Sodik, kegiatan latihan merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan di MTHI. Sebab, untuk menjadi therapis handal, seseorang harus rutin melatih diri dan berusaha keras mengembangkan energi tubuh yang dimaksud. Selanjutnya, bila telah melakukan latihan sebanyak 12 kali, maka dia diharuskan menerapi orang.

 

 

Diakuinya, kegiatan pengobatan di MTHI ini cenderung disalahfahami orang. Karena tidak memahaminya dengan benar, maka tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa metode ini erat kaitannya dengan suatu ritual keagamaan tertentu.

“Padahal ini tidak ada kaitannya dengan agama apa pun. Ini benar-benar murni pemanfaatan energi tubuh,” kata Sodik menandaskan.

IMG-20160703-WA0001

Para Therapis di MTHI (Foto: Ist)

Sodik yang juga Direktur Pengembangan MTHI menjelaskan, sekarang tidak sedikit pasien yang berasal dari komunitas lintas agama. Mereka yang sudah merasakan manfaatnya bahkan tidak sedikit pula yang ikut berlatih untuk menjadi therapis. Untuk mentherapi diri sendiri, keluarga maupun orang dekat lainnya.

Menurut Mohamad Ashari – salah seorang therapis senior lainnya – sekarang di berbagai kota di seluruh Indonesia, sudah ada therapis MTHI. Bahkan di Malaysia pun sekarang sudah ada tempat therapi MTHI.  Di kota Bandung saja, sekarang terdapat 17 tempat therapi, yang didatangi pasien-pasien berbagai macam penyakit dan mereka berasal dari lintas agama. Di pusat therapi MTHI di jalan Subang no. 29, Antapani, Bandung saja, misalnya, terdapat 7 orang therapis yang terlatih dan handal.

Meski metode therapi energi tubuh ini berhasil menyembuhkan sejumlah penyakit, namun pihak MTHI menolak metode ini disebut metode penyembuhan. Mereka lebih suka memilih kata “metode pengobatan”.

“Kami tidak berani mengatakan ini metode penyembuhan. Kami lebih suka mengatakan metode pengobatan. Sebab penyembuhan itu adalah wewenang Allah.Tapi dengan adanya testimoni sejumlah orang yang pernah berobat ke sini, therapi yang kami jalankan ini cukup efektif. Karenanya pusat therapi di jalan Subang ini semakin dikenal orang. Akibat informasi yang berkembang dari mulut ke mulut, sekarang minimal 200 pasien setiap hari antri untuk menunggu giliran therapi di sini,” kata Ashari, sambil menjelaskan, therapi dibuka pukul 10.00 pagi dan bila pasien yang datang banyak, seringkali baru selesai pukul 02.00 dinihari.

Sembuh Satu Kali Pengobatan

Apakah metode pengobatan ini benar-benar tokcer alias dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk penyakit-penyakit kronis yang sulit disembuhkan? Menurut Ashari, hal itu telah dibuktikan dengan testimoni sejumlah pasien yang pernah datang ke sini dan sebelumnya menderita penyakit kronis.

“Salah satu cerita yang paling ekstrim adalah cerita seorang pasien penderita mium yang berhasil disembuhkan hanya dengan satu kali therapi. Ketika datang dia menderita mium, yang dibuktikan dengan data rekam medis yang dia bawa. Tetapi setelah ditherapi satu kali dan satu minggu kemudian diperiksakan ke lab, miumnya sudah tidak ada. Pasien ini adalah seorang dokter wanita dari Makasar,” papar Ashari.

Selain itu, menurut dia, bahkan ada pula pasien yang berhasil ditherapi dari jarak jauh.  Pasien tersebut bernama Eko Yulianto. Kondisinya baru terkena stroke serius. Karena dia tidak bisa datang untuk ditherapi, maka yang datang adalah isterinya. Lalu energi tubuh therapis disalurkan ke dalam air dan air itu kemudian diminumkan kepada pasien ini.

Ashari menjelaskan, di masa depan, therapi ini bahkan bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone atau telepon android. Untuk itu, yang disyaratkan hanya foto dan data pribadi pasien. Selanjutnya pasien akan ditherapi dengan cara mengirimkan energi.

Karenanya, sebagaimana diakui Sodik maupun Ashari, metode therapi energi tubuh ini dalam tempo yang tidak lama lagi akan menimbulkan revolusi pengobatan jarak jauh. Menariknya lagi, katanya, pasien sebenarnya juga tidak perlu membawa data rekam medis. Sebab penyakitnya akan bisa didiagnosa sendiri oleh therapisnya.

Siap membantu dengan ikhlas. (Foto: Dok DNH)

Menurut Ashari, ilmu therapi ini pertama kali dikembangkan oleh seorang tokoh yang di MTHI akrab disebut guru utama MTHI. Yaitu Dicky Zaenal Arifin, yang mengembangkan dan mengajarkan metode ini sejak awal 1990-an. Ketika Sodik dan kawan-kawan mengembangkannya dengan bendera MTHI sejak 2011, pasien semakin banyak berdatangan. Apalagi selain therapi, MTHI juga menyediakan sarana pengobatan tambahan seperti air minum Athera (air therapi), obat herbal anti-kanker, odol kesehatan dan sejumlah alat maupun obat lainnya.

Reporter: Deni Hidayat

Editor: Nasmay L. Anas

Comments

comments

Prestasi Indonesia.- Seandainya anda menderita suatu penyakit kronis yang mematikan, sementara anda tidak punya dana yang cukup untuk berobat, maka anda bisa manfaatkan tempat ini.

Manajemen Therapi Hikmatul Iman (MTHI) telah mendedikasikan diri untuk jenis pengobatan seperti ini. Sejumlah penyakit serius seperti kanker, stroke, jantung koroner, bahkan HIV Aids terbukti pernah disembuhkan melalui metode therapi energi tubuh yang dijalankan di lembaga ini.

Pertanyaannya, mengapa bisa gratis? Alasannya, karena mereka berusaha melakukan hal itu dengan ikhlas. Sebab keikhlasan itu bisa membuat energi tubuh mereka jadi lebih kuat.

Therapis senior MTHI –  Sodik Koharuddin dan Mohamad Ashari – menjelaskan hal itu ketika berbincang dengan Prestasi Indonesia di kantornya, Jl. Subang no. 29, Antapani, Bandung, Sabtu (02/07/2016).

Menurut Sodik, metode yang dikembangkan di lembaga pengobatan gratis ini cukup unik. Yaitu therapi untuk segala macam penyakit, dengan memanfaatkan energi tubuh. Energi yang setiap orang punya, tapi tidak semua orang tahu bahwa mereka masing-masing memiliki energi tubuh itu. Dan pengembangannya hanya dengan melakukan latihan.

“Itulah persoalannya. Kebanyakan orang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa mereka memiliki energi tubuh, yang dapat diberdayakan dengan melakukan latihan,” katanya.

Karena itu, papar Sodik, kegiatan latihan merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan di MTHI. Sebab, untuk menjadi therapis handal, seseorang harus rutin melatih diri dan berusaha keras mengembangkan energi tubuh yang dimaksud. Selanjutnya, bila telah melakukan latihan sebanyak 12 kali, maka dia diharuskan menerapi orang.

 

 

Diakuinya, kegiatan pengobatan di MTHI ini cenderung disalahfahami orang. Karena tidak memahaminya dengan benar, maka tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa metode ini erat kaitannya dengan suatu ritual keagamaan tertentu.

“Padahal ini tidak ada kaitannya dengan agama apa pun. Ini benar-benar murni pemanfaatan energi tubuh,” kata Sodik menandaskan.

IMG-20160703-WA0001

Para Therapis di MTHI (Foto: Ist)

Sodik yang juga Direktur Pengembangan MTHI menjelaskan, sekarang tidak sedikit pasien yang berasal dari komunitas lintas agama. Mereka yang sudah merasakan manfaatnya bahkan tidak sedikit pula yang ikut berlatih untuk menjadi therapis. Untuk mentherapi diri sendiri, keluarga maupun orang dekat lainnya.

Menurut Mohamad Ashari – salah seorang therapis senior lainnya – sekarang di berbagai kota di seluruh Indonesia, sudah ada therapis MTHI. Bahkan di Malaysia pun sekarang sudah ada tempat therapi MTHI.  Di kota Bandung saja, sekarang terdapat 17 tempat therapi, yang didatangi pasien-pasien berbagai macam penyakit dan mereka berasal dari lintas agama. Di pusat therapi MTHI di jalan Subang no. 29, Antapani, Bandung saja, misalnya, terdapat 7 orang therapis yang terlatih dan handal.

Meski metode therapi energi tubuh ini berhasil menyembuhkan sejumlah penyakit, namun pihak MTHI menolak metode ini disebut metode penyembuhan. Mereka lebih suka memilih kata “metode pengobatan”.

“Kami tidak berani mengatakan ini metode penyembuhan. Kami lebih suka mengatakan metode pengobatan. Sebab penyembuhan itu adalah wewenang Allah.Tapi dengan adanya testimoni sejumlah orang yang pernah berobat ke sini, therapi yang kami jalankan ini cukup efektif. Karenanya pusat therapi di jalan Subang ini semakin dikenal orang. Akibat informasi yang berkembang dari mulut ke mulut, sekarang minimal 200 pasien setiap hari antri untuk menunggu giliran therapi di sini,” kata Ashari, sambil menjelaskan, therapi dibuka pukul 10.00 pagi dan bila pasien yang datang banyak, seringkali baru selesai pukul 02.00 dinihari.

Sembuh Satu Kali Pengobatan

Apakah metode pengobatan ini benar-benar tokcer alias dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk penyakit-penyakit kronis yang sulit disembuhkan? Menurut Ashari, hal itu telah dibuktikan dengan testimoni sejumlah pasien yang pernah datang ke sini dan sebelumnya menderita penyakit kronis.

“Salah satu cerita yang paling ekstrim adalah cerita seorang pasien penderita mium yang berhasil disembuhkan hanya dengan satu kali therapi. Ketika datang dia menderita mium, yang dibuktikan dengan data rekam medis yang dia bawa. Tetapi setelah ditherapi satu kali dan satu minggu kemudian diperiksakan ke lab, miumnya sudah tidak ada. Pasien ini adalah seorang dokter wanita dari Makasar,” papar Ashari.

Selain itu, menurut dia, bahkan ada pula pasien yang berhasil ditherapi dari jarak jauh.  Pasien tersebut bernama Eko Yulianto. Kondisinya baru terkena stroke serius. Karena dia tidak bisa datang untuk ditherapi, maka yang datang adalah isterinya. Lalu energi tubuh therapis disalurkan ke dalam air dan air itu kemudian diminumkan kepada pasien ini.

Ashari menjelaskan, di masa depan, therapi ini bahkan bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone atau telepon android. Untuk itu, yang disyaratkan hanya foto dan data pribadi pasien. Selanjutnya pasien akan ditherapi dengan cara mengirimkan energi.

Karenanya, sebagaimana diakui Sodik maupun Ashari, metode therapi energi tubuh ini dalam tempo yang tidak lama lagi akan menimbulkan revolusi pengobatan jarak jauh. Menariknya lagi, katanya, pasien sebenarnya juga tidak perlu membawa data rekam medis. Sebab penyakitnya akan bisa didiagnosa sendiri oleh therapisnya.

Siap membantu dengan ikhlas. (Foto: Dok DNH)

Menurut Ashari, ilmu therapi ini pertama kali dikembangkan oleh seorang tokoh yang di MTHI akrab disebut guru utama MTHI. Yaitu Dicky Zaenal Arifin, yang mengembangkan dan mengajarkan metode ini sejak awal 1990-an. Ketika Sodik dan kawan-kawan mengembangkannya dengan bendera MTHI sejak 2011, pasien semakin banyak berdatangan. Apalagi selain therapi, MTHI juga menyediakan sarana pengobatan tambahan seperti air minum Athera (air therapi), obat herbal anti-kanker, odol kesehatan dan sejumlah alat maupun obat lainnya.

Reporter: Deni Hidayat

Editor: Nasmay L. Anas

Comments

comments

August 21, 2016   INSTITUSI - 6336 Views

Ada Lho, Therapi Gratis Penyakit Kronis

Editor: Nasmay L. Anas
Ada Lho, Therapi Gratis Penyakit Kronis

Prestasi Indonesia.- Seandainya anda menderita suatu penyakit kronis yang mematikan, sementara anda tidak punya dana yang cukup untuk berobat, maka anda bisa manfaatkan tempat ini.

Manajemen Therapi Hikmatul Iman (MTHI) telah mendedikasikan diri untuk jenis pengobatan seperti ini. Sejumlah penyakit serius seperti kanker, stroke, jantung koroner, bahkan HIV Aids terbukti pernah disembuhkan melalui metode therapi energi tubuh yang dijalankan di lembaga ini.

Pertanyaannya, mengapa bisa gratis? Alasannya, karena mereka berusaha melakukan hal itu dengan ikhlas. Sebab keikhlasan itu bisa membuat energi tubuh mereka jadi lebih kuat.

Therapis senior MTHI –  Sodik Koharuddin dan Mohamad Ashari – menjelaskan hal itu ketika berbincang dengan Prestasi Indonesia di kantornya, Jl. Subang no. 29, Antapani, Bandung, Sabtu (02/07/2016).

Menurut Sodik, metode yang dikembangkan di lembaga pengobatan gratis ini cukup unik. Yaitu therapi untuk segala macam penyakit, dengan memanfaatkan energi tubuh. Energi yang setiap orang punya, tapi tidak semua orang tahu bahwa mereka masing-masing memiliki energi tubuh itu. Dan pengembangannya hanya dengan melakukan latihan.

“Itulah persoalannya. Kebanyakan orang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa mereka memiliki energi tubuh, yang dapat diberdayakan dengan melakukan latihan,” katanya.

Karena itu, papar Sodik, kegiatan latihan merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan di MTHI. Sebab, untuk menjadi therapis handal, seseorang harus rutin melatih diri dan berusaha keras mengembangkan energi tubuh yang dimaksud. Selanjutnya, bila telah melakukan latihan sebanyak 12 kali, maka dia diharuskan menerapi orang.

 

 

Diakuinya, kegiatan pengobatan di MTHI ini cenderung disalahfahami orang. Karena tidak memahaminya dengan benar, maka tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa metode ini erat kaitannya dengan suatu ritual keagamaan tertentu.

“Padahal ini tidak ada kaitannya dengan agama apa pun. Ini benar-benar murni pemanfaatan energi tubuh,” kata Sodik menandaskan.

IMG-20160703-WA0001

Para Therapis di MTHI (Foto: Ist)

Sodik yang juga Direktur Pengembangan MTHI menjelaskan, sekarang tidak sedikit pasien yang berasal dari komunitas lintas agama. Mereka yang sudah merasakan manfaatnya bahkan tidak sedikit pula yang ikut berlatih untuk menjadi therapis. Untuk mentherapi diri sendiri, keluarga maupun orang dekat lainnya.

Menurut Mohamad Ashari – salah seorang therapis senior lainnya – sekarang di berbagai kota di seluruh Indonesia, sudah ada therapis MTHI. Bahkan di Malaysia pun sekarang sudah ada tempat therapi MTHI.  Di kota Bandung saja, sekarang terdapat 17 tempat therapi, yang didatangi pasien-pasien berbagai macam penyakit dan mereka berasal dari lintas agama. Di pusat therapi MTHI di jalan Subang no. 29, Antapani, Bandung saja, misalnya, terdapat 7 orang therapis yang terlatih dan handal.

Meski metode therapi energi tubuh ini berhasil menyembuhkan sejumlah penyakit, namun pihak MTHI menolak metode ini disebut metode penyembuhan. Mereka lebih suka memilih kata “metode pengobatan”.

“Kami tidak berani mengatakan ini metode penyembuhan. Kami lebih suka mengatakan metode pengobatan. Sebab penyembuhan itu adalah wewenang Allah.Tapi dengan adanya testimoni sejumlah orang yang pernah berobat ke sini, therapi yang kami jalankan ini cukup efektif. Karenanya pusat therapi di jalan Subang ini semakin dikenal orang. Akibat informasi yang berkembang dari mulut ke mulut, sekarang minimal 200 pasien setiap hari antri untuk menunggu giliran therapi di sini,” kata Ashari, sambil menjelaskan, therapi dibuka pukul 10.00 pagi dan bila pasien yang datang banyak, seringkali baru selesai pukul 02.00 dinihari.

Sembuh Satu Kali Pengobatan

Apakah metode pengobatan ini benar-benar tokcer alias dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk penyakit-penyakit kronis yang sulit disembuhkan? Menurut Ashari, hal itu telah dibuktikan dengan testimoni sejumlah pasien yang pernah datang ke sini dan sebelumnya menderita penyakit kronis.

“Salah satu cerita yang paling ekstrim adalah cerita seorang pasien penderita mium yang berhasil disembuhkan hanya dengan satu kali therapi. Ketika datang dia menderita mium, yang dibuktikan dengan data rekam medis yang dia bawa. Tetapi setelah ditherapi satu kali dan satu minggu kemudian diperiksakan ke lab, miumnya sudah tidak ada. Pasien ini adalah seorang dokter wanita dari Makasar,” papar Ashari.

Selain itu, menurut dia, bahkan ada pula pasien yang berhasil ditherapi dari jarak jauh.  Pasien tersebut bernama Eko Yulianto. Kondisinya baru terkena stroke serius. Karena dia tidak bisa datang untuk ditherapi, maka yang datang adalah isterinya. Lalu energi tubuh therapis disalurkan ke dalam air dan air itu kemudian diminumkan kepada pasien ini.

Ashari menjelaskan, di masa depan, therapi ini bahkan bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone atau telepon android. Untuk itu, yang disyaratkan hanya foto dan data pribadi pasien. Selanjutnya pasien akan ditherapi dengan cara mengirimkan energi.

Karenanya, sebagaimana diakui Sodik maupun Ashari, metode therapi energi tubuh ini dalam tempo yang tidak lama lagi akan menimbulkan revolusi pengobatan jarak jauh. Menariknya lagi, katanya, pasien sebenarnya juga tidak perlu membawa data rekam medis. Sebab penyakitnya akan bisa didiagnosa sendiri oleh therapisnya.

Siap membantu dengan ikhlas. (Foto: Dok DNH)

Menurut Ashari, ilmu therapi ini pertama kali dikembangkan oleh seorang tokoh yang di MTHI akrab disebut guru utama MTHI. Yaitu Dicky Zaenal Arifin, yang mengembangkan dan mengajarkan metode ini sejak awal 1990-an. Ketika Sodik dan kawan-kawan mengembangkannya dengan bendera MTHI sejak 2011, pasien semakin banyak berdatangan. Apalagi selain therapi, MTHI juga menyediakan sarana pengobatan tambahan seperti air minum Athera (air therapi), obat herbal anti-kanker, odol kesehatan dan sejumlah alat maupun obat lainnya.

Reporter: Deni Hidayat

Editor: Nasmay L. Anas

Comments

comments

Prestasi Indonesia.- Seandainya anda menderita suatu penyakit kronis yang mematikan, sementara anda tidak punya dana yang cukup untuk berobat, maka anda bisa manfaatkan tempat ini.

Manajemen Therapi Hikmatul Iman (MTHI) telah mendedikasikan diri untuk jenis pengobatan seperti ini. Sejumlah penyakit serius seperti kanker, stroke, jantung koroner, bahkan HIV Aids terbukti pernah disembuhkan melalui metode therapi energi tubuh yang dijalankan di lembaga ini.

Pertanyaannya, mengapa bisa gratis? Alasannya, karena mereka berusaha melakukan hal itu dengan ikhlas. Sebab keikhlasan itu bisa membuat energi tubuh mereka jadi lebih kuat.

Therapis senior MTHI –  Sodik Koharuddin dan Mohamad Ashari – menjelaskan hal itu ketika berbincang dengan Prestasi Indonesia di kantornya, Jl. Subang no. 29, Antapani, Bandung, Sabtu (02/07/2016).

Menurut Sodik, metode yang dikembangkan di lembaga pengobatan gratis ini cukup unik. Yaitu therapi untuk segala macam penyakit, dengan memanfaatkan energi tubuh. Energi yang setiap orang punya, tapi tidak semua orang tahu bahwa mereka masing-masing memiliki energi tubuh itu. Dan pengembangannya hanya dengan melakukan latihan.

“Itulah persoalannya. Kebanyakan orang tidak tahu dan tidak menyadari bahwa mereka memiliki energi tubuh, yang dapat diberdayakan dengan melakukan latihan,” katanya.

Karena itu, papar Sodik, kegiatan latihan merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan di MTHI. Sebab, untuk menjadi therapis handal, seseorang harus rutin melatih diri dan berusaha keras mengembangkan energi tubuh yang dimaksud. Selanjutnya, bila telah melakukan latihan sebanyak 12 kali, maka dia diharuskan menerapi orang.

 

 

Diakuinya, kegiatan pengobatan di MTHI ini cenderung disalahfahami orang. Karena tidak memahaminya dengan benar, maka tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa metode ini erat kaitannya dengan suatu ritual keagamaan tertentu.

“Padahal ini tidak ada kaitannya dengan agama apa pun. Ini benar-benar murni pemanfaatan energi tubuh,” kata Sodik menandaskan.

IMG-20160703-WA0001

Para Therapis di MTHI (Foto: Ist)

Sodik yang juga Direktur Pengembangan MTHI menjelaskan, sekarang tidak sedikit pasien yang berasal dari komunitas lintas agama. Mereka yang sudah merasakan manfaatnya bahkan tidak sedikit pula yang ikut berlatih untuk menjadi therapis. Untuk mentherapi diri sendiri, keluarga maupun orang dekat lainnya.

Menurut Mohamad Ashari – salah seorang therapis senior lainnya – sekarang di berbagai kota di seluruh Indonesia, sudah ada therapis MTHI. Bahkan di Malaysia pun sekarang sudah ada tempat therapi MTHI.  Di kota Bandung saja, sekarang terdapat 17 tempat therapi, yang didatangi pasien-pasien berbagai macam penyakit dan mereka berasal dari lintas agama. Di pusat therapi MTHI di jalan Subang no. 29, Antapani, Bandung saja, misalnya, terdapat 7 orang therapis yang terlatih dan handal.

Meski metode therapi energi tubuh ini berhasil menyembuhkan sejumlah penyakit, namun pihak MTHI menolak metode ini disebut metode penyembuhan. Mereka lebih suka memilih kata “metode pengobatan”.

“Kami tidak berani mengatakan ini metode penyembuhan. Kami lebih suka mengatakan metode pengobatan. Sebab penyembuhan itu adalah wewenang Allah.Tapi dengan adanya testimoni sejumlah orang yang pernah berobat ke sini, therapi yang kami jalankan ini cukup efektif. Karenanya pusat therapi di jalan Subang ini semakin dikenal orang. Akibat informasi yang berkembang dari mulut ke mulut, sekarang minimal 200 pasien setiap hari antri untuk menunggu giliran therapi di sini,” kata Ashari, sambil menjelaskan, therapi dibuka pukul 10.00 pagi dan bila pasien yang datang banyak, seringkali baru selesai pukul 02.00 dinihari.

Sembuh Satu Kali Pengobatan

Apakah metode pengobatan ini benar-benar tokcer alias dapat menyembuhkan berbagai penyakit, termasuk penyakit-penyakit kronis yang sulit disembuhkan? Menurut Ashari, hal itu telah dibuktikan dengan testimoni sejumlah pasien yang pernah datang ke sini dan sebelumnya menderita penyakit kronis.

“Salah satu cerita yang paling ekstrim adalah cerita seorang pasien penderita mium yang berhasil disembuhkan hanya dengan satu kali therapi. Ketika datang dia menderita mium, yang dibuktikan dengan data rekam medis yang dia bawa. Tetapi setelah ditherapi satu kali dan satu minggu kemudian diperiksakan ke lab, miumnya sudah tidak ada. Pasien ini adalah seorang dokter wanita dari Makasar,” papar Ashari.

Selain itu, menurut dia, bahkan ada pula pasien yang berhasil ditherapi dari jarak jauh.  Pasien tersebut bernama Eko Yulianto. Kondisinya baru terkena stroke serius. Karena dia tidak bisa datang untuk ditherapi, maka yang datang adalah isterinya. Lalu energi tubuh therapis disalurkan ke dalam air dan air itu kemudian diminumkan kepada pasien ini.

Ashari menjelaskan, di masa depan, therapi ini bahkan bisa dilakukan dengan menggunakan smartphone atau telepon android. Untuk itu, yang disyaratkan hanya foto dan data pribadi pasien. Selanjutnya pasien akan ditherapi dengan cara mengirimkan energi.

Karenanya, sebagaimana diakui Sodik maupun Ashari, metode therapi energi tubuh ini dalam tempo yang tidak lama lagi akan menimbulkan revolusi pengobatan jarak jauh. Menariknya lagi, katanya, pasien sebenarnya juga tidak perlu membawa data rekam medis. Sebab penyakitnya akan bisa didiagnosa sendiri oleh therapisnya.

Siap membantu dengan ikhlas. (Foto: Dok DNH)

Menurut Ashari, ilmu therapi ini pertama kali dikembangkan oleh seorang tokoh yang di MTHI akrab disebut guru utama MTHI. Yaitu Dicky Zaenal Arifin, yang mengembangkan dan mengajarkan metode ini sejak awal 1990-an. Ketika Sodik dan kawan-kawan mengembangkannya dengan bendera MTHI sejak 2011, pasien semakin banyak berdatangan. Apalagi selain therapi, MTHI juga menyediakan sarana pengobatan tambahan seperti air minum Athera (air therapi), obat herbal anti-kanker, odol kesehatan dan sejumlah alat maupun obat lainnya.

Reporter: Deni Hidayat

Editor: Nasmay L. Anas

Comments

comments