March 8, 2017   INSTITUSI - 6219 Views

Kagumi Kekuatan Militer Indonesia, Para Jenderal AS Bicara Blak-Blakan

Editor: Nasmay L. Anas
Kagumi Kekuatan Militer Indonesia, Para Jenderal AS Bicara Blak-Blakan

PRESTASIINDONESIA.- Sebuah talkshow yang sangat menarik baru saja dilangsungkan dan disiarkan di TV 13, Texas, Amerika Serikat (AS). Acara yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Dallas, Texas, jadi sangat menarik terutama bagi orang Indonesia, karena yang dibicarakan adalah menyangkut militer Indonesia.

Dengan menampilkan para narasumber yang terdiri atas para jenderal top AS dan Inggris, talkshow secara utuh membahas kekuatan militer Indonesia di mata internasional. Menurut mereka, kekuatan satuan-satuan elit Indonesia tidak hanya dikagumi sejumlah negara besar, tapi sekaligus ditakuti.

Narasumber yang dihadirkan dalam talkshow tersebut adalahpara jenderal purnawirawan AS dan Inggris. Yaitu, Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Forces saat Operasi Badai Gurun), Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan AS) serta Mahasiswa dari Universitas Dallas.

Ketika seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya tentang urgensi penempatan Marinir USA di Australia, salah seorang jenderal tersebut memberikan jawaban yang cukup mencengangkan.

“Apakah penempatan marinir AS berindikasi akan ada serangan Amerika ke Indonesia suatu saat nanti?”

Jend. Peter Pace, tidak langsung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Tapi dengan tenang dia menjelaskan bahwa saat ini ada 3 kekuatan besar marinir dunia. Dan menurut dia,, Indonesia berada pada posisi ke 3.

“Penempatan US Marine hanya untuk stabilitas kawasan di Asia Tenggara,” katanya. “Jadi jangan bermimpi bila AS berencana menyerang Indonesia meski AS adalah pimpinan NATO. Tidak pernah terpikir oleh pemimpin AS untuk menyerang Indonesia.”

Kopasus Salah Satu Satuan Elit Indonesia yang Dikagumi. (Foto: IS blspt)

Mendengar jawaban itu, Presenter TV ABC 13, Hannah, menambahkan pertanyaan : “Amerika pernah terlibat konflik di kawasan Asia Timur Jauh, kenapa Indonesia begitu diperhitungkan?”

Jend.Tommy Franks memberikan jawaban yang cukup mencengangkan banyak pemirsa. Dikatakannya : ”Kita pernah punya pengalaman pahit di Vietnam dan Korea, dan semua pemimpin Amerika sadar siapa dibalik kedua negara Asia yang pernah terlibat konflik dengan kita”.

“Indonesia adalah guru bagi Vietnam dan Korea Utara saat berperang melawan USA,” katanya menjelaskan.

Jend. Peter Pace pun mengamini apa yang dikemukakan oleh Jenderal Tommy Franks. Dia menjelaskan : “Kita sering berlatih dengan Indonesia. Kita sadar bagaimana kemampuan pasukan khusus Indonesia. Terus-terang, pasukan kita sering kewalahan dalam setiap latihan perang dengan Indonesia.”

Menurut Tommy Franks, saat operasi pembebasan sandera di pesawat Garuda Indonesia yang dibajak di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand, Delta Force serius memantau operasi tersebut. Tidak terbayangkan bahwa operasi berjalan sukses dan gerak cepat pasukan elit Indonesia benar-benar sangat efektif.

“Hal lain yang tidak dimiliki oleh pasukan negara lain, anda akan terkejut bila mendapati satu mata pelajaran yang takkan didapat di pendidikan elite militer manapun, yakni pendidikan gerilya,” ungkap Jenderal Franks lebih lanjut.

Paskhas TNI AU, Kekuatan yang Dirahasikan? (Foto: Wartainfo.com)

Sementara Jend. Mike Jackson mengatakan, ”Doktrin militer Indonesia sudah dipakai di beberapa negara Asia bahkan Afrika, karena Indonesia memang diminta melatih beberapa negara Asia dan Afrika.”

Dijelaskannya, “Meski Indonesia kekurangan senjata, tidak mungkin mudah menaklukkan Indonesia karena jika perang terjadi bukan hanya militernya yang maju perang tapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan.”

“SAS sudah pernah merasakan saat berhadapan dengan aliansi tentara Indonesia dan rakyat indonesia. Jadi jangan pernah anggap remeh Indonesia”, ungkap Jenderal Mike Jackson.

Ketika seorang mahasiswi juga bertanya tentang kekuatan Asia di mata Militer Internasional, jawaban para jenderal AS tersebut lagi-lagi mengejutkan. Mereka lagi-lagi menyorot Indonesia dari sisi kekuatan militernya.

Karenanya menurut Jend. Mike Jackson, dalam waktu dekat Indonesia akan jadi sebuah negara yang militernya sangat besar dan sulit tertandingi.

Jend. Peter Pace bahkan mengatakan bahwa Indonesia memiliki semuanya dan kalau itu dioperasionalkan, maka Indonesia akan melampaui India dan Cina dalam perkembangan militer.

Bicara tentang militer Indonesia, Jend. Tommy Franks bahkan mengemukakan kecurigaannya tentang adanya pasukan khusus Indonesia yang sepertinya dirahasiakan. Sebab itulah, menurut dugaannya, pasukan tersebut, yaitu Angkatan Udara Indonesia jarang sekali diikutkan dalam latihan bersama dengan negara lain, termasuk dengan Amerika Serikat.

“Ada satu pasukan khusus Indonesia yang jarang mengadakan latihan bersama yaitu AU. Pasukan khusus AU Indonesia adalah satu-satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan katanya terlengkap di dunia,” ungkap Jenderal Franks.

“Ke depan saya harapkan tidak ada sanksi atau embargo yang dijatuhkan kepada Indonesia, karena itu dapat menimbulkan kerawanan di kawasan Asia,” imbuhnya. (*)

Comments

comments

PRESTASIINDONESIA.- Sebuah talkshow yang sangat menarik baru saja dilangsungkan dan disiarkan di TV 13, Texas, Amerika Serikat (AS). Acara yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Dallas, Texas, jadi sangat menarik terutama bagi orang Indonesia, karena yang dibicarakan adalah menyangkut militer Indonesia.

Dengan menampilkan para narasumber yang terdiri atas para jenderal top AS dan Inggris, talkshow secara utuh membahas kekuatan militer Indonesia di mata internasional. Menurut mereka, kekuatan satuan-satuan elit Indonesia tidak hanya dikagumi sejumlah negara besar, tapi sekaligus ditakuti.

Narasumber yang dihadirkan dalam talkshow tersebut adalahpara jenderal purnawirawan AS dan Inggris. Yaitu, Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Forces saat Operasi Badai Gurun), Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan AS) serta Mahasiswa dari Universitas Dallas.

Ketika seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya tentang urgensi penempatan Marinir USA di Australia, salah seorang jenderal tersebut memberikan jawaban yang cukup mencengangkan.

“Apakah penempatan marinir AS berindikasi akan ada serangan Amerika ke Indonesia suatu saat nanti?”

Jend. Peter Pace, tidak langsung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Tapi dengan tenang dia menjelaskan bahwa saat ini ada 3 kekuatan besar marinir dunia. Dan menurut dia,, Indonesia berada pada posisi ke 3.

“Penempatan US Marine hanya untuk stabilitas kawasan di Asia Tenggara,” katanya. “Jadi jangan bermimpi bila AS berencana menyerang Indonesia meski AS adalah pimpinan NATO. Tidak pernah terpikir oleh pemimpin AS untuk menyerang Indonesia.”

Kopasus Salah Satu Satuan Elit Indonesia yang Dikagumi. (Foto: IS blspt)

Mendengar jawaban itu, Presenter TV ABC 13, Hannah, menambahkan pertanyaan : “Amerika pernah terlibat konflik di kawasan Asia Timur Jauh, kenapa Indonesia begitu diperhitungkan?”

Jend.Tommy Franks memberikan jawaban yang cukup mencengangkan banyak pemirsa. Dikatakannya : ”Kita pernah punya pengalaman pahit di Vietnam dan Korea, dan semua pemimpin Amerika sadar siapa dibalik kedua negara Asia yang pernah terlibat konflik dengan kita”.

“Indonesia adalah guru bagi Vietnam dan Korea Utara saat berperang melawan USA,” katanya menjelaskan.

Jend. Peter Pace pun mengamini apa yang dikemukakan oleh Jenderal Tommy Franks. Dia menjelaskan : “Kita sering berlatih dengan Indonesia. Kita sadar bagaimana kemampuan pasukan khusus Indonesia. Terus-terang, pasukan kita sering kewalahan dalam setiap latihan perang dengan Indonesia.”

Menurut Tommy Franks, saat operasi pembebasan sandera di pesawat Garuda Indonesia yang dibajak di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand, Delta Force serius memantau operasi tersebut. Tidak terbayangkan bahwa operasi berjalan sukses dan gerak cepat pasukan elit Indonesia benar-benar sangat efektif.

“Hal lain yang tidak dimiliki oleh pasukan negara lain, anda akan terkejut bila mendapati satu mata pelajaran yang takkan didapat di pendidikan elite militer manapun, yakni pendidikan gerilya,” ungkap Jenderal Franks lebih lanjut.

Paskhas TNI AU, Kekuatan yang Dirahasikan? (Foto: Wartainfo.com)

Sementara Jend. Mike Jackson mengatakan, ”Doktrin militer Indonesia sudah dipakai di beberapa negara Asia bahkan Afrika, karena Indonesia memang diminta melatih beberapa negara Asia dan Afrika.”

Dijelaskannya, “Meski Indonesia kekurangan senjata, tidak mungkin mudah menaklukkan Indonesia karena jika perang terjadi bukan hanya militernya yang maju perang tapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan.”

“SAS sudah pernah merasakan saat berhadapan dengan aliansi tentara Indonesia dan rakyat indonesia. Jadi jangan pernah anggap remeh Indonesia”, ungkap Jenderal Mike Jackson.

Ketika seorang mahasiswi juga bertanya tentang kekuatan Asia di mata Militer Internasional, jawaban para jenderal AS tersebut lagi-lagi mengejutkan. Mereka lagi-lagi menyorot Indonesia dari sisi kekuatan militernya.

Karenanya menurut Jend. Mike Jackson, dalam waktu dekat Indonesia akan jadi sebuah negara yang militernya sangat besar dan sulit tertandingi.

Jend. Peter Pace bahkan mengatakan bahwa Indonesia memiliki semuanya dan kalau itu dioperasionalkan, maka Indonesia akan melampaui India dan Cina dalam perkembangan militer.

Bicara tentang militer Indonesia, Jend. Tommy Franks bahkan mengemukakan kecurigaannya tentang adanya pasukan khusus Indonesia yang sepertinya dirahasiakan. Sebab itulah, menurut dugaannya, pasukan tersebut, yaitu Angkatan Udara Indonesia jarang sekali diikutkan dalam latihan bersama dengan negara lain, termasuk dengan Amerika Serikat.

“Ada satu pasukan khusus Indonesia yang jarang mengadakan latihan bersama yaitu AU. Pasukan khusus AU Indonesia adalah satu-satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan katanya terlengkap di dunia,” ungkap Jenderal Franks.

“Ke depan saya harapkan tidak ada sanksi atau embargo yang dijatuhkan kepada Indonesia, karena itu dapat menimbulkan kerawanan di kawasan Asia,” imbuhnya. (*)

Comments

comments

March 8, 2017   INSTITUSI - 6220 Views

Kagumi Kekuatan Militer Indonesia, Para Jenderal AS Bicara Blak-Blakan

Editor: Nasmay L. Anas
Kagumi Kekuatan Militer Indonesia, Para Jenderal AS Bicara Blak-Blakan

PRESTASIINDONESIA.- Sebuah talkshow yang sangat menarik baru saja dilangsungkan dan disiarkan di TV 13, Texas, Amerika Serikat (AS). Acara yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Dallas, Texas, jadi sangat menarik terutama bagi orang Indonesia, karena yang dibicarakan adalah menyangkut militer Indonesia.

Dengan menampilkan para narasumber yang terdiri atas para jenderal top AS dan Inggris, talkshow secara utuh membahas kekuatan militer Indonesia di mata internasional. Menurut mereka, kekuatan satuan-satuan elit Indonesia tidak hanya dikagumi sejumlah negara besar, tapi sekaligus ditakuti.

Narasumber yang dihadirkan dalam talkshow tersebut adalahpara jenderal purnawirawan AS dan Inggris. Yaitu, Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Forces saat Operasi Badai Gurun), Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan AS) serta Mahasiswa dari Universitas Dallas.

Ketika seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya tentang urgensi penempatan Marinir USA di Australia, salah seorang jenderal tersebut memberikan jawaban yang cukup mencengangkan.

“Apakah penempatan marinir AS berindikasi akan ada serangan Amerika ke Indonesia suatu saat nanti?”

Jend. Peter Pace, tidak langsung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Tapi dengan tenang dia menjelaskan bahwa saat ini ada 3 kekuatan besar marinir dunia. Dan menurut dia,, Indonesia berada pada posisi ke 3.

“Penempatan US Marine hanya untuk stabilitas kawasan di Asia Tenggara,” katanya. “Jadi jangan bermimpi bila AS berencana menyerang Indonesia meski AS adalah pimpinan NATO. Tidak pernah terpikir oleh pemimpin AS untuk menyerang Indonesia.”

Kopasus Salah Satu Satuan Elit Indonesia yang Dikagumi. (Foto: IS blspt)

Mendengar jawaban itu, Presenter TV ABC 13, Hannah, menambahkan pertanyaan : “Amerika pernah terlibat konflik di kawasan Asia Timur Jauh, kenapa Indonesia begitu diperhitungkan?”

Jend.Tommy Franks memberikan jawaban yang cukup mencengangkan banyak pemirsa. Dikatakannya : ”Kita pernah punya pengalaman pahit di Vietnam dan Korea, dan semua pemimpin Amerika sadar siapa dibalik kedua negara Asia yang pernah terlibat konflik dengan kita”.

“Indonesia adalah guru bagi Vietnam dan Korea Utara saat berperang melawan USA,” katanya menjelaskan.

Jend. Peter Pace pun mengamini apa yang dikemukakan oleh Jenderal Tommy Franks. Dia menjelaskan : “Kita sering berlatih dengan Indonesia. Kita sadar bagaimana kemampuan pasukan khusus Indonesia. Terus-terang, pasukan kita sering kewalahan dalam setiap latihan perang dengan Indonesia.”

Menurut Tommy Franks, saat operasi pembebasan sandera di pesawat Garuda Indonesia yang dibajak di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand, Delta Force serius memantau operasi tersebut. Tidak terbayangkan bahwa operasi berjalan sukses dan gerak cepat pasukan elit Indonesia benar-benar sangat efektif.

“Hal lain yang tidak dimiliki oleh pasukan negara lain, anda akan terkejut bila mendapati satu mata pelajaran yang takkan didapat di pendidikan elite militer manapun, yakni pendidikan gerilya,” ungkap Jenderal Franks lebih lanjut.

Paskhas TNI AU, Kekuatan yang Dirahasikan? (Foto: Wartainfo.com)

Sementara Jend. Mike Jackson mengatakan, ”Doktrin militer Indonesia sudah dipakai di beberapa negara Asia bahkan Afrika, karena Indonesia memang diminta melatih beberapa negara Asia dan Afrika.”

Dijelaskannya, “Meski Indonesia kekurangan senjata, tidak mungkin mudah menaklukkan Indonesia karena jika perang terjadi bukan hanya militernya yang maju perang tapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan.”

“SAS sudah pernah merasakan saat berhadapan dengan aliansi tentara Indonesia dan rakyat indonesia. Jadi jangan pernah anggap remeh Indonesia”, ungkap Jenderal Mike Jackson.

Ketika seorang mahasiswi juga bertanya tentang kekuatan Asia di mata Militer Internasional, jawaban para jenderal AS tersebut lagi-lagi mengejutkan. Mereka lagi-lagi menyorot Indonesia dari sisi kekuatan militernya.

Karenanya menurut Jend. Mike Jackson, dalam waktu dekat Indonesia akan jadi sebuah negara yang militernya sangat besar dan sulit tertandingi.

Jend. Peter Pace bahkan mengatakan bahwa Indonesia memiliki semuanya dan kalau itu dioperasionalkan, maka Indonesia akan melampaui India dan Cina dalam perkembangan militer.

Bicara tentang militer Indonesia, Jend. Tommy Franks bahkan mengemukakan kecurigaannya tentang adanya pasukan khusus Indonesia yang sepertinya dirahasiakan. Sebab itulah, menurut dugaannya, pasukan tersebut, yaitu Angkatan Udara Indonesia jarang sekali diikutkan dalam latihan bersama dengan negara lain, termasuk dengan Amerika Serikat.

“Ada satu pasukan khusus Indonesia yang jarang mengadakan latihan bersama yaitu AU. Pasukan khusus AU Indonesia adalah satu-satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan katanya terlengkap di dunia,” ungkap Jenderal Franks.

“Ke depan saya harapkan tidak ada sanksi atau embargo yang dijatuhkan kepada Indonesia, karena itu dapat menimbulkan kerawanan di kawasan Asia,” imbuhnya. (*)

Comments

comments

PRESTASIINDONESIA.- Sebuah talkshow yang sangat menarik baru saja dilangsungkan dan disiarkan di TV 13, Texas, Amerika Serikat (AS). Acara yang diselenggarakan bekerja sama dengan Universitas Dallas, Texas, jadi sangat menarik terutama bagi orang Indonesia, karena yang dibicarakan adalah menyangkut militer Indonesia.

Dengan menampilkan para narasumber yang terdiri atas para jenderal top AS dan Inggris, talkshow secara utuh membahas kekuatan militer Indonesia di mata internasional. Menurut mereka, kekuatan satuan-satuan elit Indonesia tidak hanya dikagumi sejumlah negara besar, tapi sekaligus ditakuti.

Narasumber yang dihadirkan dalam talkshow tersebut adalahpara jenderal purnawirawan AS dan Inggris. Yaitu, Jenderal (purn) Mike Jackson (pemimpin pasukan Inggris saat menyerbu Irak), Jenderal (purn) Tommy Franks (pemimpin Delta Forces saat Operasi Badai Gurun), Jenderal (purn) Peter Pace (mantan Jenderal US Marine dan Kepala Staf Gabungan AS) serta Mahasiswa dari Universitas Dallas.

Ketika seorang mahasiswa Universitas Dallas bertanya tentang urgensi penempatan Marinir USA di Australia, salah seorang jenderal tersebut memberikan jawaban yang cukup mencengangkan.

“Apakah penempatan marinir AS berindikasi akan ada serangan Amerika ke Indonesia suatu saat nanti?”

Jend. Peter Pace, tidak langsung memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Tapi dengan tenang dia menjelaskan bahwa saat ini ada 3 kekuatan besar marinir dunia. Dan menurut dia,, Indonesia berada pada posisi ke 3.

“Penempatan US Marine hanya untuk stabilitas kawasan di Asia Tenggara,” katanya. “Jadi jangan bermimpi bila AS berencana menyerang Indonesia meski AS adalah pimpinan NATO. Tidak pernah terpikir oleh pemimpin AS untuk menyerang Indonesia.”

Kopasus Salah Satu Satuan Elit Indonesia yang Dikagumi. (Foto: IS blspt)

Mendengar jawaban itu, Presenter TV ABC 13, Hannah, menambahkan pertanyaan : “Amerika pernah terlibat konflik di kawasan Asia Timur Jauh, kenapa Indonesia begitu diperhitungkan?”

Jend.Tommy Franks memberikan jawaban yang cukup mencengangkan banyak pemirsa. Dikatakannya : ”Kita pernah punya pengalaman pahit di Vietnam dan Korea, dan semua pemimpin Amerika sadar siapa dibalik kedua negara Asia yang pernah terlibat konflik dengan kita”.

“Indonesia adalah guru bagi Vietnam dan Korea Utara saat berperang melawan USA,” katanya menjelaskan.

Jend. Peter Pace pun mengamini apa yang dikemukakan oleh Jenderal Tommy Franks. Dia menjelaskan : “Kita sering berlatih dengan Indonesia. Kita sadar bagaimana kemampuan pasukan khusus Indonesia. Terus-terang, pasukan kita sering kewalahan dalam setiap latihan perang dengan Indonesia.”

Menurut Tommy Franks, saat operasi pembebasan sandera di pesawat Garuda Indonesia yang dibajak di Bandara Don Muang, Bangkok, Thailand, Delta Force serius memantau operasi tersebut. Tidak terbayangkan bahwa operasi berjalan sukses dan gerak cepat pasukan elit Indonesia benar-benar sangat efektif.

“Hal lain yang tidak dimiliki oleh pasukan negara lain, anda akan terkejut bila mendapati satu mata pelajaran yang takkan didapat di pendidikan elite militer manapun, yakni pendidikan gerilya,” ungkap Jenderal Franks lebih lanjut.

Paskhas TNI AU, Kekuatan yang Dirahasikan? (Foto: Wartainfo.com)

Sementara Jend. Mike Jackson mengatakan, ”Doktrin militer Indonesia sudah dipakai di beberapa negara Asia bahkan Afrika, karena Indonesia memang diminta melatih beberapa negara Asia dan Afrika.”

Dijelaskannya, “Meski Indonesia kekurangan senjata, tidak mungkin mudah menaklukkan Indonesia karena jika perang terjadi bukan hanya militernya yang maju perang tapi rakyatnya juga pasti turut membantu untuk menghabisi lawan.”

“SAS sudah pernah merasakan saat berhadapan dengan aliansi tentara Indonesia dan rakyat indonesia. Jadi jangan pernah anggap remeh Indonesia”, ungkap Jenderal Mike Jackson.

Ketika seorang mahasiswi juga bertanya tentang kekuatan Asia di mata Militer Internasional, jawaban para jenderal AS tersebut lagi-lagi mengejutkan. Mereka lagi-lagi menyorot Indonesia dari sisi kekuatan militernya.

Karenanya menurut Jend. Mike Jackson, dalam waktu dekat Indonesia akan jadi sebuah negara yang militernya sangat besar dan sulit tertandingi.

Jend. Peter Pace bahkan mengatakan bahwa Indonesia memiliki semuanya dan kalau itu dioperasionalkan, maka Indonesia akan melampaui India dan Cina dalam perkembangan militer.

Bicara tentang militer Indonesia, Jend. Tommy Franks bahkan mengemukakan kecurigaannya tentang adanya pasukan khusus Indonesia yang sepertinya dirahasiakan. Sebab itulah, menurut dugaannya, pasukan tersebut, yaitu Angkatan Udara Indonesia jarang sekali diikutkan dalam latihan bersama dengan negara lain, termasuk dengan Amerika Serikat.

“Ada satu pasukan khusus Indonesia yang jarang mengadakan latihan bersama yaitu AU. Pasukan khusus AU Indonesia adalah satu-satunya pasukan dengan kualifikasi Korps Pasukan Khas TNI-AU di Asia dan katanya terlengkap di dunia,” ungkap Jenderal Franks.

“Ke depan saya harapkan tidak ada sanksi atau embargo yang dijatuhkan kepada Indonesia, karena itu dapat menimbulkan kerawanan di kawasan Asia,” imbuhnya. (*)

Comments

comments