January 11, 2019   PROFIL - 21470 Views

MENGENAL LEBIH DEKAT SOEKENO, CEO MUNCUL GROUP

Editor: Nasmay L. Anas
MENGENAL LEBIH DEKAT SOEKENO, CEO MUNCUL GROUP

PRESTASIINDONESIA.CO.- Tetap rendah hati dan banyak bersyukur. Begitulah sosok Soekeno, CEO sekaligus pemilik Muncul Group, yang terus mengembangkan usahanya ke berbagai bidang dan berharap selalu dapat memberi manfaat dan berkat kepada banyak orang.

Kepada sahabat karibnya, Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana, M.I.Kom, Soekeno menyatakan rasa syukurnya yang tak terhingga, sehingga diberkahi harta yang berlimpah dan sahabat yang banyak. Semua itu, katanya, adalah titipan Tuhan yang harus selalu dia jaga.

Aqua Dwipayana Bersama Soekeno di resto May Star, Jogja City Mall, Yogyakarta (Foto: Dok AD)

“Pak Aqua, semua yg saya miliki ini titipan Tuhan. Saya berusaha menjaga dan mengembangkannya sehingga semakin banyak orang yang mendapat berkat dari saya,” ujar Soekeno, seperti disampaikan  Aqua kepada prestasiindonesia.co, melalui sharing komunikasi pada jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan yang dia bina. Yaitu jaringan komunikasi melalui Whatsapp Group yang beranggotakan tidak kurang dari 5.000 orang.

Menurut Aqua, dia belajar banyak dari tokoh pengusaha yang rendah hati itu dalam perbincangan empat mata selama tidak kurang dari 3,5 jam, Selasa, 8 Januari 2019. “Kami ngobrol berdua sambil makan siang di resto May Star, Jogja City Mall, Yogyakarta, miliknya. Kami mendiskusikan banyak hal. Dan saya menyimak semua yang disampaikan bapak dua putri yg sangat rendah hati itu,” tulis Aqua dalam pesan yang diterima banyak orang dari kalangan sahabatnya itu.

Seperti disampaikan Pakar Komunikasi jebolan Unpad Bandung itu, laki-laki asal Malang yang 18 Februari 2019 ini genap berusia 59 tahun itu kini memiliki sekitar 8.000 karyawan yg bekerja di banyak perusahaannya. Termasuk di 5 hotel berbintang dan 2 mall besar di Yogyakarta. Yakni Jogja City Mall dan Sleman City Hall.

Muncul Group (Foto: youtube.com)

Aqua menambahkan, berkali-kali Soekeno menegaskan bahwa Tuhan sangat baik pada dirinya dan keluarga, karena telah memberikan banyak rejeki. Karena itu, Soekeno menegaskan, “Pak Aqua, Kami akan terus berbagi pada saudara-saudara kita yg membutuhkan.”

Siap Masuki Pasar Global

Dalam suasana perekenomian yang tidak begitu menjanjikan sekarang ini, gebrakan-gebrakan bisnis yang dilakukan Soekeno melalui Muncul Group cukup menarik perhatian banyak kalangan. Apalagi setelah grup usaha yang kian berkibar ini menyatakan komitmennya siap memasuki era pasar global dan perdagangan bebas.

Untuk itu, mulai tahun ini, Muncul Group akan menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Soalnya, seperti dilansir Tribun Jogja beberapa waktu lalu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan jaringan dipandang  menjadi kunci utama bagi perusahaan manufaktur, ekspor-impor dan rental mesin fotokopi itu menghadapi kondisi persaingan yang kian kompetitif.

CEO Muncul Group, Soekeno, mengatakan dua hal tersebut merupakan kunci utama bagi perusahaan di sektor bisnis apa pun untuk bisa bertahan menghadapi pasar global. Di satu sisi, kemampuan SDM harus terus di-update, agar mereka menjadi semakin produktif dan punya daya saing. Dengan kata-katanya sendiri, Soekeno menyebut: “Mereka harus memiliki basis mental dan spiritual yang kuat”.

Dalam pandangan Soekeno, hal itu bisa diwujudkan dengan memperbanyak seminar dan workshop. Sehingga  karyawan bisa mengenali tujuan hidup dan membuat kerja mereka lebih produktif. Hal inilah yang menjadi core value sebuah perusahaan untuk bisa menjalankan bisnisnya. Di sisi lain, perusahaan juga harus memperluas network untuk menguatkan akar pangsa pasar bisnisnya.

“Bisnis butuh dua hal itu untuk memenangkan kompetisi global. Konsep revolusi mental ala Jokowi itu ada benarnya. Biasanya, orang itu gagal karena mental dan spiritualnya sangat kurang. Di Muncul sendiri kami sudah mengadakan revolusi mental sejak dua tahun lalu,” kata Soekeno.

Terkait perkembangan bisnis Muncul Group, Soekeno mengatakan pertumbuhan omzet saat ini berkisar antara 5-6 persen per tahun. Angka ini masih terbilang bagus, jika melihat semakin banyaknya pemain di sektor yang sama. Bisnis mesin fotokopi berikut sektor pendukungnya sudah kian jadi komoditas potensial yang terus diperebutkan. Di sisi lain, pricing policy juga kian ketat antar pebisnis.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis bisnis perusahaan masih akan berjalan positif di tahun-tahun berikutnya. Saat ini, Muncul Group memiliki beberapa anak perusahaan dengan ratusan cabang dan dealer di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya masih bergerak di sektor yang berhubungan dengan bisnis fotokopi, baik untuk penjualan atau persewaan mesin, remanufaktur, atau pembuatan tinta. Di antaranya adalah PT Usaha Digdaya Muncul, PT Muncul Sukses Abadi, PT Buana Citra Abadi, dan PT Digitone Coproration.

Selain itu, beberapa anak perusahaannya juga bergerak di sektor bisnis lain, seperti PT Muncul Digdaya Express yang bergerak di bidang transportasi angkutan kepabeanan, PT Muncul Properti Makmur yang bergerak di bidang properti dan operasional hotel, serta PT Muncul Boga Makmur yang menjadi pemegang merk franschise sejumlah brand makanan dan minuman internasional di Indonesia.

“Ke depan kami akan semakin perbanyak jaringan dan kantor cabang untuk menguatkan bisnis perusahaan,” imbuhnya.

Kerjasama dengan Perbankan

Menurut Soekeno, perjalanan bisnis yang sudah dia rintis sejak 1984, tentu saja sebagaimana banyak perusahaan lain, telah mengalami pasang  surut yang tiada henti, sehingga menjadi salah satu grup usaha yang patut diperhitungkan di kalangan pebisnis tanah air saat ini. Semua ini tidak bisa dilepaskan dari andil tangan pihak perbankan.

Salah satunya adalah dukungan dan konsultasi berharga yang selalu dia dapatkan dari Bank BCA. Sejak menjadi nasabah setia Bank BCA pada 1992, saat dirinya mengajukan pinjaman modal Rp 18 juta untuk membeli sejumlah unit mesin fotokopi, dia merasa telah mendapatkan dukungan yang sangat baik dari salah satu jaringan perbankan terbesar di tanah air itu. Waktu itu kerajaan bisnis Muncul Group (saat itu masih bernama UD Muncul) mulai dikembangkan secara profesional.

Kerjasama yang saling menguntungkan terus dijalinnya hingga saat ini. Soekeno menilai, keberadaan BCA tidak hanya sebagai mitra bisnis melainkan juga guru dan konsultan. Melalui tim riset, analis dan konsultannya, bank tersebut mampu memberikan rekomendasi strategi tertentu yang dirasa sangat menguntungkan bagi bisnis perusahaannya. Dengan mengeruk manfaat dari semua pembelajaran ini, dia merasa jadi semakin matang dan lebih dewasa menghadapi segala tantangan.

Kaitan dengan ini, Soekeno teringat pada pengalaman berkesan saat dirinya mengajukan kredit kembali untuk menebus unit mesin dari luar negeri, beberapa tahun silam. Soekeno merasa yakin, ada chance besar dirinya akan diuntungkan jika mengambil barang tersebut. Namun, rencana itu kandas setelah pihak BCA tak memberikan kredit yang diajukannya.

Sebagai pengusaha yang matang dan dapat menerima setiap situasi dan kondisi, dia mencoba berpikir positif. Dia bahkan dapat menangkap dugaan bahwa ada sesuatu yang akan terjadi. Benar saja, tak lama kemudian, Amerika Serikat mengalami krisis yang juga berimbas pada nilai tukar dolar. Harga barang yang semula akan ditebus mengalami penurunan yang tak wajar. Andai waktu itu Soekeno jadi mengambil mesin tersebut, tentu dia akan mengalami kerugiaan yang tidak sedikit.

“Ini realita, true story yang pernah saya alami. Ini artinya, tim dari BCA bisa memprediksi keadaan itu sejak sebelum terjadi, sehingga tidak mengijinkan saya mengambil kredit saat itu. Di sini saya merasa diuntungkan karena jangkauan saya terbatas untuk melihat dunia,” ungkap Soekeno.

Kini, pria kelahiran 1960 yang masih tetap enerjik mengendarai motor gede alias “moge” ini mulai berpikir bahwa dia tidak akan muda selamanya, sedangkan bisnisnya harus tetap on the track. Harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, dia sekarang telah melibatkan generasi penerus untuk membantu pengembangan bisnis sektor fotokopi dan pendukungnya di ibukota. Yaitu putri pertamanya, Hana. Sedangkan Hestia, putri keduanya, akan lebih fokus membantu bisnis operasional hotel usai menamatkan pendidikannya di Swiss.

Memulai Usaha dari Bawah

Sebagai salah seorang pengusaha papan atas saat ini, Soekeno tetap tidak melupakan sejarahnya yang memulai usaha merangkak dari bawah. Hal itu, menurutnya, dimulai pada 1984. “Itu merupakan tonggak awal berdirinya Muncul Group,” ungkapnya.

Di tahun dia mendirikan sebuah usaha layan dokumen sederhana di kota Yogyakarta. Perusahaan kecil yang dia beri nama “Rajin” itulah yang merupakan cikal bakal perusahaan skala nasional yang dikenal sebagai Muncul Group itu. Saat ini, grup usaha ini bergerak dalam bidang  manufaktur, ekspor-impor mesin photocopy, persewaan dan penjualan mesin photocopy dan sparepart, jasa service dan rekondisi mesin photocopy, outlet photocopy dan juga digital printing yang berskala nasional.

Dengan terus membangun wawasan bisnis yang luas, fokus dan totalitas tinggi dalam melakukan sebuah usaha menjadi modal utama dalam langkahnya memajukan bisnis. Pada tahun 1992 Soekeno memulai bisnis jual beli mesin photocopy bekas di Yogyakarta dengan nama UD. Muncul.  Pada tahun 1997, Muncul Group merambah usaha persewaan mesin-mesin photocopy dengan klien dari kantor-kantor perbankan, berbagai perusahaan ,multi nasional dan juga perguruan tinggi.

Dalam bisnis ini, Muncul Group berhasil menjadi market leader. Bekerja sama dengan PT. Digitoner, muncul Group kembali melebarkan sayapnya. Pada tahun 2000, berdiri PT. Digitoner Corporation di Yogyakarta yang bergerak di bidang manufaktur tinta/toner mesin photocopy. Tinta/toner yang diproduksi oleh PT. Digitoner Corporation kini telah diekspor sampai ke beberapa negara di Asia dan Afrika.

Tahun 2003, Muncul Group menambah lagi unit bisnisnya, dengan mendirikan PT. Buana Citra Abadi di kota Yogyakarta yang bergerak di bidang penjualan dan persewaan mesin photocopy dan komponennya. Di tahun yang sama pula berdiri PT. Kipindo di Jakarta, sebuah perusahaan modal asing sebagai agen tunggal mesin photocopy dengan kertas format besar merk KIP dari Jepang.

Pada tahun 2006, Muncul Group kembali memperluas dunia usahanya di Yogyakarta, dengan mendirikan PT. Muncul Sukses Abadi dan PT. Muncul Digdaya Express. PT. Muncul Sukses Abadi bergerak di bidang importir mesin photocopy bekas dari Singapura dan Australia dan remanufaktur mesin-mesin tersebut. Sedangkan PT. Muncul Digdaya Express merupakan perusahaan yang menyediakan jasa transportasi kepabeanan dan ekspedisi.

Jika menengok ke belakang, ungkap bapak dua puteri ini, awalnya bisnis ini mungkin hanya dilihat sebelah mata. Namun sekarang, Muncul Group, dengan segala usaha dan kerja kerasnya telah menjadi perusahaan berskala nasional dengan jaringan di kota Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Lampung, Yogyakarta, Magelang, Purwokerto, Tasikmalaya, Kebumen, Tegal, Solo, Bali, Riau, Jambi, Balikpapan, Lombok dan Dumai. Kini Muncul Group bahkan telah merambah ke dunia internasional. Selama 27 tahun, Muncul Group terus melakukan pengembangan usaha dan siap menjadi pemimpin pasar yang disegani. (NLA/dari berbagai sumber)

 

 

MUNCUL GROUP DAN UNIT BISNISNYA:

Saat ini Muncul Group telah memiliki sejumlah unit bisnis, yang masing-masing memiliki spesifikasi usaha, yaitu:

  1. Buana: Pusat layanan dokumen, manufaktur digital printing, offset printing, print on demand dan desain grafis.
  2. Usaha Digdaya Muncul: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy, dan komponennya.
  3. Muncul Sukses Abadi: Remanufaktur mesin photocopy
  4. Buana Citra Abadi: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy dan komponennya.
  5. Digitone Corporation: Manufaktur toner/ tinta mesin photocopy
  6. Kipindo: Agen tunggal pemegang merk (ATPM) mesin photocopy format besar
  7. Muncul Digdaya Express: Transportasi angkutan kepabeanan
  8. Mitra Mandiri: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy, dan komponennya.

 

 

Comments

comments

PRESTASIINDONESIA.CO.- Tetap rendah hati dan banyak bersyukur. Begitulah sosok Soekeno, CEO sekaligus pemilik Muncul Group, yang terus mengembangkan usahanya ke berbagai bidang dan berharap selalu dapat memberi manfaat dan berkat kepada banyak orang.

Kepada sahabat karibnya, Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana, M.I.Kom, Soekeno menyatakan rasa syukurnya yang tak terhingga, sehingga diberkahi harta yang berlimpah dan sahabat yang banyak. Semua itu, katanya, adalah titipan Tuhan yang harus selalu dia jaga.

Aqua Dwipayana Bersama Soekeno di resto May Star, Jogja City Mall, Yogyakarta (Foto: Dok AD)

“Pak Aqua, semua yg saya miliki ini titipan Tuhan. Saya berusaha menjaga dan mengembangkannya sehingga semakin banyak orang yang mendapat berkat dari saya,” ujar Soekeno, seperti disampaikan  Aqua kepada prestasiindonesia.co, melalui sharing komunikasi pada jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan yang dia bina. Yaitu jaringan komunikasi melalui Whatsapp Group yang beranggotakan tidak kurang dari 5.000 orang.

Menurut Aqua, dia belajar banyak dari tokoh pengusaha yang rendah hati itu dalam perbincangan empat mata selama tidak kurang dari 3,5 jam, Selasa, 8 Januari 2019. “Kami ngobrol berdua sambil makan siang di resto May Star, Jogja City Mall, Yogyakarta, miliknya. Kami mendiskusikan banyak hal. Dan saya menyimak semua yang disampaikan bapak dua putri yg sangat rendah hati itu,” tulis Aqua dalam pesan yang diterima banyak orang dari kalangan sahabatnya itu.

Seperti disampaikan Pakar Komunikasi jebolan Unpad Bandung itu, laki-laki asal Malang yang 18 Februari 2019 ini genap berusia 59 tahun itu kini memiliki sekitar 8.000 karyawan yg bekerja di banyak perusahaannya. Termasuk di 5 hotel berbintang dan 2 mall besar di Yogyakarta. Yakni Jogja City Mall dan Sleman City Hall.

Muncul Group (Foto: youtube.com)

Aqua menambahkan, berkali-kali Soekeno menegaskan bahwa Tuhan sangat baik pada dirinya dan keluarga, karena telah memberikan banyak rejeki. Karena itu, Soekeno menegaskan, “Pak Aqua, Kami akan terus berbagi pada saudara-saudara kita yg membutuhkan.”

Siap Masuki Pasar Global

Dalam suasana perekenomian yang tidak begitu menjanjikan sekarang ini, gebrakan-gebrakan bisnis yang dilakukan Soekeno melalui Muncul Group cukup menarik perhatian banyak kalangan. Apalagi setelah grup usaha yang kian berkibar ini menyatakan komitmennya siap memasuki era pasar global dan perdagangan bebas.

Untuk itu, mulai tahun ini, Muncul Group akan menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Soalnya, seperti dilansir Tribun Jogja beberapa waktu lalu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan jaringan dipandang  menjadi kunci utama bagi perusahaan manufaktur, ekspor-impor dan rental mesin fotokopi itu menghadapi kondisi persaingan yang kian kompetitif.

CEO Muncul Group, Soekeno, mengatakan dua hal tersebut merupakan kunci utama bagi perusahaan di sektor bisnis apa pun untuk bisa bertahan menghadapi pasar global. Di satu sisi, kemampuan SDM harus terus di-update, agar mereka menjadi semakin produktif dan punya daya saing. Dengan kata-katanya sendiri, Soekeno menyebut: “Mereka harus memiliki basis mental dan spiritual yang kuat”.

Dalam pandangan Soekeno, hal itu bisa diwujudkan dengan memperbanyak seminar dan workshop. Sehingga  karyawan bisa mengenali tujuan hidup dan membuat kerja mereka lebih produktif. Hal inilah yang menjadi core value sebuah perusahaan untuk bisa menjalankan bisnisnya. Di sisi lain, perusahaan juga harus memperluas network untuk menguatkan akar pangsa pasar bisnisnya.

“Bisnis butuh dua hal itu untuk memenangkan kompetisi global. Konsep revolusi mental ala Jokowi itu ada benarnya. Biasanya, orang itu gagal karena mental dan spiritualnya sangat kurang. Di Muncul sendiri kami sudah mengadakan revolusi mental sejak dua tahun lalu,” kata Soekeno.

Terkait perkembangan bisnis Muncul Group, Soekeno mengatakan pertumbuhan omzet saat ini berkisar antara 5-6 persen per tahun. Angka ini masih terbilang bagus, jika melihat semakin banyaknya pemain di sektor yang sama. Bisnis mesin fotokopi berikut sektor pendukungnya sudah kian jadi komoditas potensial yang terus diperebutkan. Di sisi lain, pricing policy juga kian ketat antar pebisnis.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis bisnis perusahaan masih akan berjalan positif di tahun-tahun berikutnya. Saat ini, Muncul Group memiliki beberapa anak perusahaan dengan ratusan cabang dan dealer di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya masih bergerak di sektor yang berhubungan dengan bisnis fotokopi, baik untuk penjualan atau persewaan mesin, remanufaktur, atau pembuatan tinta. Di antaranya adalah PT Usaha Digdaya Muncul, PT Muncul Sukses Abadi, PT Buana Citra Abadi, dan PT Digitone Coproration.

Selain itu, beberapa anak perusahaannya juga bergerak di sektor bisnis lain, seperti PT Muncul Digdaya Express yang bergerak di bidang transportasi angkutan kepabeanan, PT Muncul Properti Makmur yang bergerak di bidang properti dan operasional hotel, serta PT Muncul Boga Makmur yang menjadi pemegang merk franschise sejumlah brand makanan dan minuman internasional di Indonesia.

“Ke depan kami akan semakin perbanyak jaringan dan kantor cabang untuk menguatkan bisnis perusahaan,” imbuhnya.

Kerjasama dengan Perbankan

Menurut Soekeno, perjalanan bisnis yang sudah dia rintis sejak 1984, tentu saja sebagaimana banyak perusahaan lain, telah mengalami pasang  surut yang tiada henti, sehingga menjadi salah satu grup usaha yang patut diperhitungkan di kalangan pebisnis tanah air saat ini. Semua ini tidak bisa dilepaskan dari andil tangan pihak perbankan.

Salah satunya adalah dukungan dan konsultasi berharga yang selalu dia dapatkan dari Bank BCA. Sejak menjadi nasabah setia Bank BCA pada 1992, saat dirinya mengajukan pinjaman modal Rp 18 juta untuk membeli sejumlah unit mesin fotokopi, dia merasa telah mendapatkan dukungan yang sangat baik dari salah satu jaringan perbankan terbesar di tanah air itu. Waktu itu kerajaan bisnis Muncul Group (saat itu masih bernama UD Muncul) mulai dikembangkan secara profesional.

Kerjasama yang saling menguntungkan terus dijalinnya hingga saat ini. Soekeno menilai, keberadaan BCA tidak hanya sebagai mitra bisnis melainkan juga guru dan konsultan. Melalui tim riset, analis dan konsultannya, bank tersebut mampu memberikan rekomendasi strategi tertentu yang dirasa sangat menguntungkan bagi bisnis perusahaannya. Dengan mengeruk manfaat dari semua pembelajaran ini, dia merasa jadi semakin matang dan lebih dewasa menghadapi segala tantangan.

Kaitan dengan ini, Soekeno teringat pada pengalaman berkesan saat dirinya mengajukan kredit kembali untuk menebus unit mesin dari luar negeri, beberapa tahun silam. Soekeno merasa yakin, ada chance besar dirinya akan diuntungkan jika mengambil barang tersebut. Namun, rencana itu kandas setelah pihak BCA tak memberikan kredit yang diajukannya.

Sebagai pengusaha yang matang dan dapat menerima setiap situasi dan kondisi, dia mencoba berpikir positif. Dia bahkan dapat menangkap dugaan bahwa ada sesuatu yang akan terjadi. Benar saja, tak lama kemudian, Amerika Serikat mengalami krisis yang juga berimbas pada nilai tukar dolar. Harga barang yang semula akan ditebus mengalami penurunan yang tak wajar. Andai waktu itu Soekeno jadi mengambil mesin tersebut, tentu dia akan mengalami kerugiaan yang tidak sedikit.

“Ini realita, true story yang pernah saya alami. Ini artinya, tim dari BCA bisa memprediksi keadaan itu sejak sebelum terjadi, sehingga tidak mengijinkan saya mengambil kredit saat itu. Di sini saya merasa diuntungkan karena jangkauan saya terbatas untuk melihat dunia,” ungkap Soekeno.

Kini, pria kelahiran 1960 yang masih tetap enerjik mengendarai motor gede alias “moge” ini mulai berpikir bahwa dia tidak akan muda selamanya, sedangkan bisnisnya harus tetap on the track. Harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, dia sekarang telah melibatkan generasi penerus untuk membantu pengembangan bisnis sektor fotokopi dan pendukungnya di ibukota. Yaitu putri pertamanya, Hana. Sedangkan Hestia, putri keduanya, akan lebih fokus membantu bisnis operasional hotel usai menamatkan pendidikannya di Swiss.

Memulai Usaha dari Bawah

Sebagai salah seorang pengusaha papan atas saat ini, Soekeno tetap tidak melupakan sejarahnya yang memulai usaha merangkak dari bawah. Hal itu, menurutnya, dimulai pada 1984. “Itu merupakan tonggak awal berdirinya Muncul Group,” ungkapnya.

Di tahun dia mendirikan sebuah usaha layan dokumen sederhana di kota Yogyakarta. Perusahaan kecil yang dia beri nama “Rajin” itulah yang merupakan cikal bakal perusahaan skala nasional yang dikenal sebagai Muncul Group itu. Saat ini, grup usaha ini bergerak dalam bidang  manufaktur, ekspor-impor mesin photocopy, persewaan dan penjualan mesin photocopy dan sparepart, jasa service dan rekondisi mesin photocopy, outlet photocopy dan juga digital printing yang berskala nasional.

Dengan terus membangun wawasan bisnis yang luas, fokus dan totalitas tinggi dalam melakukan sebuah usaha menjadi modal utama dalam langkahnya memajukan bisnis. Pada tahun 1992 Soekeno memulai bisnis jual beli mesin photocopy bekas di Yogyakarta dengan nama UD. Muncul.  Pada tahun 1997, Muncul Group merambah usaha persewaan mesin-mesin photocopy dengan klien dari kantor-kantor perbankan, berbagai perusahaan ,multi nasional dan juga perguruan tinggi.

Dalam bisnis ini, Muncul Group berhasil menjadi market leader. Bekerja sama dengan PT. Digitoner, muncul Group kembali melebarkan sayapnya. Pada tahun 2000, berdiri PT. Digitoner Corporation di Yogyakarta yang bergerak di bidang manufaktur tinta/toner mesin photocopy. Tinta/toner yang diproduksi oleh PT. Digitoner Corporation kini telah diekspor sampai ke beberapa negara di Asia dan Afrika.

Tahun 2003, Muncul Group menambah lagi unit bisnisnya, dengan mendirikan PT. Buana Citra Abadi di kota Yogyakarta yang bergerak di bidang penjualan dan persewaan mesin photocopy dan komponennya. Di tahun yang sama pula berdiri PT. Kipindo di Jakarta, sebuah perusahaan modal asing sebagai agen tunggal mesin photocopy dengan kertas format besar merk KIP dari Jepang.

Pada tahun 2006, Muncul Group kembali memperluas dunia usahanya di Yogyakarta, dengan mendirikan PT. Muncul Sukses Abadi dan PT. Muncul Digdaya Express. PT. Muncul Sukses Abadi bergerak di bidang importir mesin photocopy bekas dari Singapura dan Australia dan remanufaktur mesin-mesin tersebut. Sedangkan PT. Muncul Digdaya Express merupakan perusahaan yang menyediakan jasa transportasi kepabeanan dan ekspedisi.

Jika menengok ke belakang, ungkap bapak dua puteri ini, awalnya bisnis ini mungkin hanya dilihat sebelah mata. Namun sekarang, Muncul Group, dengan segala usaha dan kerja kerasnya telah menjadi perusahaan berskala nasional dengan jaringan di kota Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Lampung, Yogyakarta, Magelang, Purwokerto, Tasikmalaya, Kebumen, Tegal, Solo, Bali, Riau, Jambi, Balikpapan, Lombok dan Dumai. Kini Muncul Group bahkan telah merambah ke dunia internasional. Selama 27 tahun, Muncul Group terus melakukan pengembangan usaha dan siap menjadi pemimpin pasar yang disegani. (NLA/dari berbagai sumber)

 

 

MUNCUL GROUP DAN UNIT BISNISNYA:

Saat ini Muncul Group telah memiliki sejumlah unit bisnis, yang masing-masing memiliki spesifikasi usaha, yaitu:

  1. Buana: Pusat layanan dokumen, manufaktur digital printing, offset printing, print on demand dan desain grafis.
  2. Usaha Digdaya Muncul: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy, dan komponennya.
  3. Muncul Sukses Abadi: Remanufaktur mesin photocopy
  4. Buana Citra Abadi: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy dan komponennya.
  5. Digitone Corporation: Manufaktur toner/ tinta mesin photocopy
  6. Kipindo: Agen tunggal pemegang merk (ATPM) mesin photocopy format besar
  7. Muncul Digdaya Express: Transportasi angkutan kepabeanan
  8. Mitra Mandiri: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy, dan komponennya.

 

 

Comments

comments

January 11, 2019   PROFIL - 21471 Views

MENGENAL LEBIH DEKAT SOEKENO, CEO MUNCUL GROUP

Editor: Nasmay L. Anas
MENGENAL LEBIH DEKAT SOEKENO, CEO MUNCUL GROUP

PRESTASIINDONESIA.CO.- Tetap rendah hati dan banyak bersyukur. Begitulah sosok Soekeno, CEO sekaligus pemilik Muncul Group, yang terus mengembangkan usahanya ke berbagai bidang dan berharap selalu dapat memberi manfaat dan berkat kepada banyak orang.

Kepada sahabat karibnya, Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana, M.I.Kom, Soekeno menyatakan rasa syukurnya yang tak terhingga, sehingga diberkahi harta yang berlimpah dan sahabat yang banyak. Semua itu, katanya, adalah titipan Tuhan yang harus selalu dia jaga.

Aqua Dwipayana Bersama Soekeno di resto May Star, Jogja City Mall, Yogyakarta (Foto: Dok AD)

“Pak Aqua, semua yg saya miliki ini titipan Tuhan. Saya berusaha menjaga dan mengembangkannya sehingga semakin banyak orang yang mendapat berkat dari saya,” ujar Soekeno, seperti disampaikan  Aqua kepada prestasiindonesia.co, melalui sharing komunikasi pada jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan yang dia bina. Yaitu jaringan komunikasi melalui Whatsapp Group yang beranggotakan tidak kurang dari 5.000 orang.

Menurut Aqua, dia belajar banyak dari tokoh pengusaha yang rendah hati itu dalam perbincangan empat mata selama tidak kurang dari 3,5 jam, Selasa, 8 Januari 2019. “Kami ngobrol berdua sambil makan siang di resto May Star, Jogja City Mall, Yogyakarta, miliknya. Kami mendiskusikan banyak hal. Dan saya menyimak semua yang disampaikan bapak dua putri yg sangat rendah hati itu,” tulis Aqua dalam pesan yang diterima banyak orang dari kalangan sahabatnya itu.

Seperti disampaikan Pakar Komunikasi jebolan Unpad Bandung itu, laki-laki asal Malang yang 18 Februari 2019 ini genap berusia 59 tahun itu kini memiliki sekitar 8.000 karyawan yg bekerja di banyak perusahaannya. Termasuk di 5 hotel berbintang dan 2 mall besar di Yogyakarta. Yakni Jogja City Mall dan Sleman City Hall.

Muncul Group (Foto: youtube.com)

Aqua menambahkan, berkali-kali Soekeno menegaskan bahwa Tuhan sangat baik pada dirinya dan keluarga, karena telah memberikan banyak rejeki. Karena itu, Soekeno menegaskan, “Pak Aqua, Kami akan terus berbagi pada saudara-saudara kita yg membutuhkan.”

Siap Masuki Pasar Global

Dalam suasana perekenomian yang tidak begitu menjanjikan sekarang ini, gebrakan-gebrakan bisnis yang dilakukan Soekeno melalui Muncul Group cukup menarik perhatian banyak kalangan. Apalagi setelah grup usaha yang kian berkibar ini menyatakan komitmennya siap memasuki era pasar global dan perdagangan bebas.

Untuk itu, mulai tahun ini, Muncul Group akan menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Soalnya, seperti dilansir Tribun Jogja beberapa waktu lalu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan jaringan dipandang  menjadi kunci utama bagi perusahaan manufaktur, ekspor-impor dan rental mesin fotokopi itu menghadapi kondisi persaingan yang kian kompetitif.

CEO Muncul Group, Soekeno, mengatakan dua hal tersebut merupakan kunci utama bagi perusahaan di sektor bisnis apa pun untuk bisa bertahan menghadapi pasar global. Di satu sisi, kemampuan SDM harus terus di-update, agar mereka menjadi semakin produktif dan punya daya saing. Dengan kata-katanya sendiri, Soekeno menyebut: “Mereka harus memiliki basis mental dan spiritual yang kuat”.

Dalam pandangan Soekeno, hal itu bisa diwujudkan dengan memperbanyak seminar dan workshop. Sehingga  karyawan bisa mengenali tujuan hidup dan membuat kerja mereka lebih produktif. Hal inilah yang menjadi core value sebuah perusahaan untuk bisa menjalankan bisnisnya. Di sisi lain, perusahaan juga harus memperluas network untuk menguatkan akar pangsa pasar bisnisnya.

“Bisnis butuh dua hal itu untuk memenangkan kompetisi global. Konsep revolusi mental ala Jokowi itu ada benarnya. Biasanya, orang itu gagal karena mental dan spiritualnya sangat kurang. Di Muncul sendiri kami sudah mengadakan revolusi mental sejak dua tahun lalu,” kata Soekeno.

Terkait perkembangan bisnis Muncul Group, Soekeno mengatakan pertumbuhan omzet saat ini berkisar antara 5-6 persen per tahun. Angka ini masih terbilang bagus, jika melihat semakin banyaknya pemain di sektor yang sama. Bisnis mesin fotokopi berikut sektor pendukungnya sudah kian jadi komoditas potensial yang terus diperebutkan. Di sisi lain, pricing policy juga kian ketat antar pebisnis.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis bisnis perusahaan masih akan berjalan positif di tahun-tahun berikutnya. Saat ini, Muncul Group memiliki beberapa anak perusahaan dengan ratusan cabang dan dealer di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya masih bergerak di sektor yang berhubungan dengan bisnis fotokopi, baik untuk penjualan atau persewaan mesin, remanufaktur, atau pembuatan tinta. Di antaranya adalah PT Usaha Digdaya Muncul, PT Muncul Sukses Abadi, PT Buana Citra Abadi, dan PT Digitone Coproration.

Selain itu, beberapa anak perusahaannya juga bergerak di sektor bisnis lain, seperti PT Muncul Digdaya Express yang bergerak di bidang transportasi angkutan kepabeanan, PT Muncul Properti Makmur yang bergerak di bidang properti dan operasional hotel, serta PT Muncul Boga Makmur yang menjadi pemegang merk franschise sejumlah brand makanan dan minuman internasional di Indonesia.

“Ke depan kami akan semakin perbanyak jaringan dan kantor cabang untuk menguatkan bisnis perusahaan,” imbuhnya.

Kerjasama dengan Perbankan

Menurut Soekeno, perjalanan bisnis yang sudah dia rintis sejak 1984, tentu saja sebagaimana banyak perusahaan lain, telah mengalami pasang  surut yang tiada henti, sehingga menjadi salah satu grup usaha yang patut diperhitungkan di kalangan pebisnis tanah air saat ini. Semua ini tidak bisa dilepaskan dari andil tangan pihak perbankan.

Salah satunya adalah dukungan dan konsultasi berharga yang selalu dia dapatkan dari Bank BCA. Sejak menjadi nasabah setia Bank BCA pada 1992, saat dirinya mengajukan pinjaman modal Rp 18 juta untuk membeli sejumlah unit mesin fotokopi, dia merasa telah mendapatkan dukungan yang sangat baik dari salah satu jaringan perbankan terbesar di tanah air itu. Waktu itu kerajaan bisnis Muncul Group (saat itu masih bernama UD Muncul) mulai dikembangkan secara profesional.

Kerjasama yang saling menguntungkan terus dijalinnya hingga saat ini. Soekeno menilai, keberadaan BCA tidak hanya sebagai mitra bisnis melainkan juga guru dan konsultan. Melalui tim riset, analis dan konsultannya, bank tersebut mampu memberikan rekomendasi strategi tertentu yang dirasa sangat menguntungkan bagi bisnis perusahaannya. Dengan mengeruk manfaat dari semua pembelajaran ini, dia merasa jadi semakin matang dan lebih dewasa menghadapi segala tantangan.

Kaitan dengan ini, Soekeno teringat pada pengalaman berkesan saat dirinya mengajukan kredit kembali untuk menebus unit mesin dari luar negeri, beberapa tahun silam. Soekeno merasa yakin, ada chance besar dirinya akan diuntungkan jika mengambil barang tersebut. Namun, rencana itu kandas setelah pihak BCA tak memberikan kredit yang diajukannya.

Sebagai pengusaha yang matang dan dapat menerima setiap situasi dan kondisi, dia mencoba berpikir positif. Dia bahkan dapat menangkap dugaan bahwa ada sesuatu yang akan terjadi. Benar saja, tak lama kemudian, Amerika Serikat mengalami krisis yang juga berimbas pada nilai tukar dolar. Harga barang yang semula akan ditebus mengalami penurunan yang tak wajar. Andai waktu itu Soekeno jadi mengambil mesin tersebut, tentu dia akan mengalami kerugiaan yang tidak sedikit.

“Ini realita, true story yang pernah saya alami. Ini artinya, tim dari BCA bisa memprediksi keadaan itu sejak sebelum terjadi, sehingga tidak mengijinkan saya mengambil kredit saat itu. Di sini saya merasa diuntungkan karena jangkauan saya terbatas untuk melihat dunia,” ungkap Soekeno.

Kini, pria kelahiran 1960 yang masih tetap enerjik mengendarai motor gede alias “moge” ini mulai berpikir bahwa dia tidak akan muda selamanya, sedangkan bisnisnya harus tetap on the track. Harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, dia sekarang telah melibatkan generasi penerus untuk membantu pengembangan bisnis sektor fotokopi dan pendukungnya di ibukota. Yaitu putri pertamanya, Hana. Sedangkan Hestia, putri keduanya, akan lebih fokus membantu bisnis operasional hotel usai menamatkan pendidikannya di Swiss.

Memulai Usaha dari Bawah

Sebagai salah seorang pengusaha papan atas saat ini, Soekeno tetap tidak melupakan sejarahnya yang memulai usaha merangkak dari bawah. Hal itu, menurutnya, dimulai pada 1984. “Itu merupakan tonggak awal berdirinya Muncul Group,” ungkapnya.

Di tahun dia mendirikan sebuah usaha layan dokumen sederhana di kota Yogyakarta. Perusahaan kecil yang dia beri nama “Rajin” itulah yang merupakan cikal bakal perusahaan skala nasional yang dikenal sebagai Muncul Group itu. Saat ini, grup usaha ini bergerak dalam bidang  manufaktur, ekspor-impor mesin photocopy, persewaan dan penjualan mesin photocopy dan sparepart, jasa service dan rekondisi mesin photocopy, outlet photocopy dan juga digital printing yang berskala nasional.

Dengan terus membangun wawasan bisnis yang luas, fokus dan totalitas tinggi dalam melakukan sebuah usaha menjadi modal utama dalam langkahnya memajukan bisnis. Pada tahun 1992 Soekeno memulai bisnis jual beli mesin photocopy bekas di Yogyakarta dengan nama UD. Muncul.  Pada tahun 1997, Muncul Group merambah usaha persewaan mesin-mesin photocopy dengan klien dari kantor-kantor perbankan, berbagai perusahaan ,multi nasional dan juga perguruan tinggi.

Dalam bisnis ini, Muncul Group berhasil menjadi market leader. Bekerja sama dengan PT. Digitoner, muncul Group kembali melebarkan sayapnya. Pada tahun 2000, berdiri PT. Digitoner Corporation di Yogyakarta yang bergerak di bidang manufaktur tinta/toner mesin photocopy. Tinta/toner yang diproduksi oleh PT. Digitoner Corporation kini telah diekspor sampai ke beberapa negara di Asia dan Afrika.

Tahun 2003, Muncul Group menambah lagi unit bisnisnya, dengan mendirikan PT. Buana Citra Abadi di kota Yogyakarta yang bergerak di bidang penjualan dan persewaan mesin photocopy dan komponennya. Di tahun yang sama pula berdiri PT. Kipindo di Jakarta, sebuah perusahaan modal asing sebagai agen tunggal mesin photocopy dengan kertas format besar merk KIP dari Jepang.

Pada tahun 2006, Muncul Group kembali memperluas dunia usahanya di Yogyakarta, dengan mendirikan PT. Muncul Sukses Abadi dan PT. Muncul Digdaya Express. PT. Muncul Sukses Abadi bergerak di bidang importir mesin photocopy bekas dari Singapura dan Australia dan remanufaktur mesin-mesin tersebut. Sedangkan PT. Muncul Digdaya Express merupakan perusahaan yang menyediakan jasa transportasi kepabeanan dan ekspedisi.

Jika menengok ke belakang, ungkap bapak dua puteri ini, awalnya bisnis ini mungkin hanya dilihat sebelah mata. Namun sekarang, Muncul Group, dengan segala usaha dan kerja kerasnya telah menjadi perusahaan berskala nasional dengan jaringan di kota Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Lampung, Yogyakarta, Magelang, Purwokerto, Tasikmalaya, Kebumen, Tegal, Solo, Bali, Riau, Jambi, Balikpapan, Lombok dan Dumai. Kini Muncul Group bahkan telah merambah ke dunia internasional. Selama 27 tahun, Muncul Group terus melakukan pengembangan usaha dan siap menjadi pemimpin pasar yang disegani. (NLA/dari berbagai sumber)

 

 

MUNCUL GROUP DAN UNIT BISNISNYA:

Saat ini Muncul Group telah memiliki sejumlah unit bisnis, yang masing-masing memiliki spesifikasi usaha, yaitu:

  1. Buana: Pusat layanan dokumen, manufaktur digital printing, offset printing, print on demand dan desain grafis.
  2. Usaha Digdaya Muncul: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy, dan komponennya.
  3. Muncul Sukses Abadi: Remanufaktur mesin photocopy
  4. Buana Citra Abadi: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy dan komponennya.
  5. Digitone Corporation: Manufaktur toner/ tinta mesin photocopy
  6. Kipindo: Agen tunggal pemegang merk (ATPM) mesin photocopy format besar
  7. Muncul Digdaya Express: Transportasi angkutan kepabeanan
  8. Mitra Mandiri: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy, dan komponennya.

 

 

Comments

comments

PRESTASIINDONESIA.CO.- Tetap rendah hati dan banyak bersyukur. Begitulah sosok Soekeno, CEO sekaligus pemilik Muncul Group, yang terus mengembangkan usahanya ke berbagai bidang dan berharap selalu dapat memberi manfaat dan berkat kepada banyak orang.

Kepada sahabat karibnya, Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana, M.I.Kom, Soekeno menyatakan rasa syukurnya yang tak terhingga, sehingga diberkahi harta yang berlimpah dan sahabat yang banyak. Semua itu, katanya, adalah titipan Tuhan yang harus selalu dia jaga.

Aqua Dwipayana Bersama Soekeno di resto May Star, Jogja City Mall, Yogyakarta (Foto: Dok AD)

“Pak Aqua, semua yg saya miliki ini titipan Tuhan. Saya berusaha menjaga dan mengembangkannya sehingga semakin banyak orang yang mendapat berkat dari saya,” ujar Soekeno, seperti disampaikan  Aqua kepada prestasiindonesia.co, melalui sharing komunikasi pada jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan yang dia bina. Yaitu jaringan komunikasi melalui Whatsapp Group yang beranggotakan tidak kurang dari 5.000 orang.

Menurut Aqua, dia belajar banyak dari tokoh pengusaha yang rendah hati itu dalam perbincangan empat mata selama tidak kurang dari 3,5 jam, Selasa, 8 Januari 2019. “Kami ngobrol berdua sambil makan siang di resto May Star, Jogja City Mall, Yogyakarta, miliknya. Kami mendiskusikan banyak hal. Dan saya menyimak semua yang disampaikan bapak dua putri yg sangat rendah hati itu,” tulis Aqua dalam pesan yang diterima banyak orang dari kalangan sahabatnya itu.

Seperti disampaikan Pakar Komunikasi jebolan Unpad Bandung itu, laki-laki asal Malang yang 18 Februari 2019 ini genap berusia 59 tahun itu kini memiliki sekitar 8.000 karyawan yg bekerja di banyak perusahaannya. Termasuk di 5 hotel berbintang dan 2 mall besar di Yogyakarta. Yakni Jogja City Mall dan Sleman City Hall.

Muncul Group (Foto: youtube.com)

Aqua menambahkan, berkali-kali Soekeno menegaskan bahwa Tuhan sangat baik pada dirinya dan keluarga, karena telah memberikan banyak rejeki. Karena itu, Soekeno menegaskan, “Pak Aqua, Kami akan terus berbagi pada saudara-saudara kita yg membutuhkan.”

Siap Masuki Pasar Global

Dalam suasana perekenomian yang tidak begitu menjanjikan sekarang ini, gebrakan-gebrakan bisnis yang dilakukan Soekeno melalui Muncul Group cukup menarik perhatian banyak kalangan. Apalagi setelah grup usaha yang kian berkibar ini menyatakan komitmennya siap memasuki era pasar global dan perdagangan bebas.

Untuk itu, mulai tahun ini, Muncul Group akan menggenjot peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Soalnya, seperti dilansir Tribun Jogja beberapa waktu lalu, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perluasan jaringan dipandang  menjadi kunci utama bagi perusahaan manufaktur, ekspor-impor dan rental mesin fotokopi itu menghadapi kondisi persaingan yang kian kompetitif.

CEO Muncul Group, Soekeno, mengatakan dua hal tersebut merupakan kunci utama bagi perusahaan di sektor bisnis apa pun untuk bisa bertahan menghadapi pasar global. Di satu sisi, kemampuan SDM harus terus di-update, agar mereka menjadi semakin produktif dan punya daya saing. Dengan kata-katanya sendiri, Soekeno menyebut: “Mereka harus memiliki basis mental dan spiritual yang kuat”.

Dalam pandangan Soekeno, hal itu bisa diwujudkan dengan memperbanyak seminar dan workshop. Sehingga  karyawan bisa mengenali tujuan hidup dan membuat kerja mereka lebih produktif. Hal inilah yang menjadi core value sebuah perusahaan untuk bisa menjalankan bisnisnya. Di sisi lain, perusahaan juga harus memperluas network untuk menguatkan akar pangsa pasar bisnisnya.

“Bisnis butuh dua hal itu untuk memenangkan kompetisi global. Konsep revolusi mental ala Jokowi itu ada benarnya. Biasanya, orang itu gagal karena mental dan spiritualnya sangat kurang. Di Muncul sendiri kami sudah mengadakan revolusi mental sejak dua tahun lalu,” kata Soekeno.

Terkait perkembangan bisnis Muncul Group, Soekeno mengatakan pertumbuhan omzet saat ini berkisar antara 5-6 persen per tahun. Angka ini masih terbilang bagus, jika melihat semakin banyaknya pemain di sektor yang sama. Bisnis mesin fotokopi berikut sektor pendukungnya sudah kian jadi komoditas potensial yang terus diperebutkan. Di sisi lain, pricing policy juga kian ketat antar pebisnis.

Meski demikian, pihaknya tetap optimistis bisnis perusahaan masih akan berjalan positif di tahun-tahun berikutnya. Saat ini, Muncul Group memiliki beberapa anak perusahaan dengan ratusan cabang dan dealer di seluruh Indonesia. Beberapa di antaranya masih bergerak di sektor yang berhubungan dengan bisnis fotokopi, baik untuk penjualan atau persewaan mesin, remanufaktur, atau pembuatan tinta. Di antaranya adalah PT Usaha Digdaya Muncul, PT Muncul Sukses Abadi, PT Buana Citra Abadi, dan PT Digitone Coproration.

Selain itu, beberapa anak perusahaannya juga bergerak di sektor bisnis lain, seperti PT Muncul Digdaya Express yang bergerak di bidang transportasi angkutan kepabeanan, PT Muncul Properti Makmur yang bergerak di bidang properti dan operasional hotel, serta PT Muncul Boga Makmur yang menjadi pemegang merk franschise sejumlah brand makanan dan minuman internasional di Indonesia.

“Ke depan kami akan semakin perbanyak jaringan dan kantor cabang untuk menguatkan bisnis perusahaan,” imbuhnya.

Kerjasama dengan Perbankan

Menurut Soekeno, perjalanan bisnis yang sudah dia rintis sejak 1984, tentu saja sebagaimana banyak perusahaan lain, telah mengalami pasang  surut yang tiada henti, sehingga menjadi salah satu grup usaha yang patut diperhitungkan di kalangan pebisnis tanah air saat ini. Semua ini tidak bisa dilepaskan dari andil tangan pihak perbankan.

Salah satunya adalah dukungan dan konsultasi berharga yang selalu dia dapatkan dari Bank BCA. Sejak menjadi nasabah setia Bank BCA pada 1992, saat dirinya mengajukan pinjaman modal Rp 18 juta untuk membeli sejumlah unit mesin fotokopi, dia merasa telah mendapatkan dukungan yang sangat baik dari salah satu jaringan perbankan terbesar di tanah air itu. Waktu itu kerajaan bisnis Muncul Group (saat itu masih bernama UD Muncul) mulai dikembangkan secara profesional.

Kerjasama yang saling menguntungkan terus dijalinnya hingga saat ini. Soekeno menilai, keberadaan BCA tidak hanya sebagai mitra bisnis melainkan juga guru dan konsultan. Melalui tim riset, analis dan konsultannya, bank tersebut mampu memberikan rekomendasi strategi tertentu yang dirasa sangat menguntungkan bagi bisnis perusahaannya. Dengan mengeruk manfaat dari semua pembelajaran ini, dia merasa jadi semakin matang dan lebih dewasa menghadapi segala tantangan.

Kaitan dengan ini, Soekeno teringat pada pengalaman berkesan saat dirinya mengajukan kredit kembali untuk menebus unit mesin dari luar negeri, beberapa tahun silam. Soekeno merasa yakin, ada chance besar dirinya akan diuntungkan jika mengambil barang tersebut. Namun, rencana itu kandas setelah pihak BCA tak memberikan kredit yang diajukannya.

Sebagai pengusaha yang matang dan dapat menerima setiap situasi dan kondisi, dia mencoba berpikir positif. Dia bahkan dapat menangkap dugaan bahwa ada sesuatu yang akan terjadi. Benar saja, tak lama kemudian, Amerika Serikat mengalami krisis yang juga berimbas pada nilai tukar dolar. Harga barang yang semula akan ditebus mengalami penurunan yang tak wajar. Andai waktu itu Soekeno jadi mengambil mesin tersebut, tentu dia akan mengalami kerugiaan yang tidak sedikit.

“Ini realita, true story yang pernah saya alami. Ini artinya, tim dari BCA bisa memprediksi keadaan itu sejak sebelum terjadi, sehingga tidak mengijinkan saya mengambil kredit saat itu. Di sini saya merasa diuntungkan karena jangkauan saya terbatas untuk melihat dunia,” ungkap Soekeno.

Kini, pria kelahiran 1960 yang masih tetap enerjik mengendarai motor gede alias “moge” ini mulai berpikir bahwa dia tidak akan muda selamanya, sedangkan bisnisnya harus tetap on the track. Harus tetap berjalan sebagaimana mestinya. Karena itu, dia sekarang telah melibatkan generasi penerus untuk membantu pengembangan bisnis sektor fotokopi dan pendukungnya di ibukota. Yaitu putri pertamanya, Hana. Sedangkan Hestia, putri keduanya, akan lebih fokus membantu bisnis operasional hotel usai menamatkan pendidikannya di Swiss.

Memulai Usaha dari Bawah

Sebagai salah seorang pengusaha papan atas saat ini, Soekeno tetap tidak melupakan sejarahnya yang memulai usaha merangkak dari bawah. Hal itu, menurutnya, dimulai pada 1984. “Itu merupakan tonggak awal berdirinya Muncul Group,” ungkapnya.

Di tahun dia mendirikan sebuah usaha layan dokumen sederhana di kota Yogyakarta. Perusahaan kecil yang dia beri nama “Rajin” itulah yang merupakan cikal bakal perusahaan skala nasional yang dikenal sebagai Muncul Group itu. Saat ini, grup usaha ini bergerak dalam bidang  manufaktur, ekspor-impor mesin photocopy, persewaan dan penjualan mesin photocopy dan sparepart, jasa service dan rekondisi mesin photocopy, outlet photocopy dan juga digital printing yang berskala nasional.

Dengan terus membangun wawasan bisnis yang luas, fokus dan totalitas tinggi dalam melakukan sebuah usaha menjadi modal utama dalam langkahnya memajukan bisnis. Pada tahun 1992 Soekeno memulai bisnis jual beli mesin photocopy bekas di Yogyakarta dengan nama UD. Muncul.  Pada tahun 1997, Muncul Group merambah usaha persewaan mesin-mesin photocopy dengan klien dari kantor-kantor perbankan, berbagai perusahaan ,multi nasional dan juga perguruan tinggi.

Dalam bisnis ini, Muncul Group berhasil menjadi market leader. Bekerja sama dengan PT. Digitoner, muncul Group kembali melebarkan sayapnya. Pada tahun 2000, berdiri PT. Digitoner Corporation di Yogyakarta yang bergerak di bidang manufaktur tinta/toner mesin photocopy. Tinta/toner yang diproduksi oleh PT. Digitoner Corporation kini telah diekspor sampai ke beberapa negara di Asia dan Afrika.

Tahun 2003, Muncul Group menambah lagi unit bisnisnya, dengan mendirikan PT. Buana Citra Abadi di kota Yogyakarta yang bergerak di bidang penjualan dan persewaan mesin photocopy dan komponennya. Di tahun yang sama pula berdiri PT. Kipindo di Jakarta, sebuah perusahaan modal asing sebagai agen tunggal mesin photocopy dengan kertas format besar merk KIP dari Jepang.

Pada tahun 2006, Muncul Group kembali memperluas dunia usahanya di Yogyakarta, dengan mendirikan PT. Muncul Sukses Abadi dan PT. Muncul Digdaya Express. PT. Muncul Sukses Abadi bergerak di bidang importir mesin photocopy bekas dari Singapura dan Australia dan remanufaktur mesin-mesin tersebut. Sedangkan PT. Muncul Digdaya Express merupakan perusahaan yang menyediakan jasa transportasi kepabeanan dan ekspedisi.

Jika menengok ke belakang, ungkap bapak dua puteri ini, awalnya bisnis ini mungkin hanya dilihat sebelah mata. Namun sekarang, Muncul Group, dengan segala usaha dan kerja kerasnya telah menjadi perusahaan berskala nasional dengan jaringan di kota Jakarta, Bandung, Bekasi, Tangerang, Surabaya, Lampung, Yogyakarta, Magelang, Purwokerto, Tasikmalaya, Kebumen, Tegal, Solo, Bali, Riau, Jambi, Balikpapan, Lombok dan Dumai. Kini Muncul Group bahkan telah merambah ke dunia internasional. Selama 27 tahun, Muncul Group terus melakukan pengembangan usaha dan siap menjadi pemimpin pasar yang disegani. (NLA/dari berbagai sumber)

 

 

MUNCUL GROUP DAN UNIT BISNISNYA:

Saat ini Muncul Group telah memiliki sejumlah unit bisnis, yang masing-masing memiliki spesifikasi usaha, yaitu:

  1. Buana: Pusat layanan dokumen, manufaktur digital printing, offset printing, print on demand dan desain grafis.
  2. Usaha Digdaya Muncul: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy, dan komponennya.
  3. Muncul Sukses Abadi: Remanufaktur mesin photocopy
  4. Buana Citra Abadi: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy dan komponennya.
  5. Digitone Corporation: Manufaktur toner/ tinta mesin photocopy
  6. Kipindo: Agen tunggal pemegang merk (ATPM) mesin photocopy format besar
  7. Muncul Digdaya Express: Transportasi angkutan kepabeanan
  8. Mitra Mandiri: Penjualan, persewaan, layanan purna jual mesin photocopy, dan komponennya.

 

 

Comments

comments