January 11, 2019   INSTITUSI - 2465 Views

Pegadaian di Tahun Baru dengan Dirut Baru

Editor: Nasmay L. Anas
Pegadaian di Tahun Baru dengan Dirut Baru

PRESTASIINDONESIA.CO.– Memasuki tahun baru 2019, PT. Pegadaian (Persero), menggebrak kegiatan usahanya bersama Direktur Utama (Dirut) yang baru, Kuswiyoto. Bersama mantan Direktur Corprorate Banking Bank Rakyat Indonsia (BRI) itu, perusahaan yang terkenal dengan slogan “mengatasi masalah tanpa masalah” ini diharapkan akan berkiprah lebih gesit dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

Informasi tentang ditetapkannya Kuswiyoto sebagai Dirut Pegadaian yang baru didapatkan presitasiindonesia.co dari sharing komunikasi yang dikirimkan Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana ke meja redaksi.

Aqua Dwipayana Bersama Kuswiyoto (Foto: Dok AD)

Aqua yang bersahabat akrab dengan Kuswiyoto menginformasikan bahwa Kuswiyoto mendapatkan kepercayaan untuk memimpin PT. Pegadaian setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di perusahaan itu, memasuki tahun baru 2019.

“Pak Aqua, terhitung mulai Kamis, 3 Januari 2019, kemarin saya tidak di BRI lagi. Insya ALLAH sejak Jumat, 4 Januari 2019 ini saya mendapat amanah baru di Pegadaian. Terkait dengan itu rencana pertemuan kita siang ini kita atur kembali ya Pak Aqua. Matur nuwun,” ujar Direktur Utama (Dirut) Pegadaian Kuswiyoto, sebagaimana disampaikan Aqua melalui pesan Whatsapp di Jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan yang dia bina.

Menurut Pakar Komunikasi lulusan Unpad Bandung itu, rencana semula dia akan melakukan pertemuan dengan Kuswiyoto untuk diskusi di kantor pusat BRI di Jakarta. Namun karena mantan Direktur BRI itu telah dikukuhkan sebagai Dirut Pegadaian, maka pertemuan itu pun  ditunda.

“Nanti setelah saya resmi menjadi Dirut Pegadaian, selain mohon doa, saya butuh dukungan Pak Aqua untuk memotivasi seluruh jajaran saya di perusahaan itu. Tolong dibantu ya Pak Aqua,” lanjut Bapak dua putra yg rendah hati tersebut, seperti dikutip Aqua.

Kuswiyoto di Jajaran Direksi Baru Pegadaian (Foto: Dok Pegadaian)

Hingga Maret tahun lalu jumlah pegawai organik Pegadaian 13.400 orang dan outsourcing 12.700 orang. Mereka tersebar di semua provinsi di Indonesia.

Melalui sharing komunikasi di jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan, Aqua menyatakan sangat mengagumi lompatan-lompatan karir Kuswiyoto. Karena itu, untuk memenuhi permintaan sahabatnya itu, Aqua menegaskan bahwa dia siap membantu beliau secara maksimal agar sukses melaksanakan amanah mulia tersebut.

“Sebagai teman akrab saya menyarankan agar kemampuan komunikasi para pegawai Pegadaian perlu  diperkuat,” ungkap Aqua.

“Selain penguasaan secara teknis tugas masing-masing karyawan, yang perlu jadi prioritas untuk ditangani adalah memperbaiki dan meningkatkan kemampuan komunikasi seluruh jajaran Pegadaian. Itu merupakan salah satu kunci sukses untuk memenangkan persaingan,” imbuhnya, seperti yang telah dia sampaikan langsung kepada Kuswiyoto.

Alhamdulillah, menurut pakar komunikasi itu, pria asal Kediri, Jatim, ini sependapat dengan semua yang dia sampaikan. Selama ini, setiap kali diskusi Kuswiyoto selalu menerima masukan-masukan dari dirinya.

Meskipun memiliki karir yang cemerlang, Kuswiyoto menurut Aqua adalah pria yang rendah hati. Di selalu menyimak lawan bicaranya dan sangat senang menerima masukan. Apalagi untuk hal-hal yang dapat memperbaiki kinerja perusahaannya. Bila hal itu tidak dijalankan di perusahaannya, maka dengan cepat dia akan langsung melakukan perbaikan.

Ditawari Emas di Gerai Pegadaian (Foto: Dok AD)

Yang cukup menarik dari proses pelantikan dirinya sebagai Dirut Pegadaian, ternyata tidak banyak karyawannya yang mengetahui bahwa Dirut mereka sudah diganti. Karena itu, ketika Kuswiyoto mengajak Aqua melihat-lihat suasana di sebuah kantor pegadaian, mereka berdua ditawari emas oleh salah seorang pegawai yang menjaga stand emas. “Dia tidak tahu kalau saya adalah Dirutnya, Pak Aqua,” tukas Kuswiyoto kepada Aqua sambil tersenyum meninggalkan gerai pegadaian itu.

Memulai Karir dari Bawah

Kuswiyoto memulai karirnya dari bawah di BRI. Di Pegadaian, dia menggantikan Sunarso yang kembali menduduki jabatan Wakil Direktur Utama BRI. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI, Kamis (03/01/2019) memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Kuswiyoto sebagai Direktur Korporasi.

Kuswiyoto meraih gelar MBA Finance, Washington University, Amerika Serikat (1997), dan Gelar Sarjana Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya (1986).

Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko BRI tahun 2017, Direktur Kelembagaan BRI (2015-2017),  Komisaris PT Bringin Indotama Sejahtera Finance (2013-2014), Pemimpin Wilayah Jakarta 1 BRI (2015), Pemimpin Wilayah Makassar BRI (2014-2015).

Kuswiyoto diangkat pertama kali sebagai Direktur BRI sejak tanggal 12 Agustus 2015 berdasarkan Hasil RUPS Tahunan dan telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan berdasarkan Surat OJK No. SR-207/D.03/2015 tanggal 4 November 2015. Ia bertanggungjawab sebagai Direktur Kredit Menengah, Korporasi & BUMN.

Mantan Dirut Pegadaian Sunarso menegaskan, dirinya sudah meletakkan pondasi untuk meningkatkan social value dan transformasi menjadi the most valuable financial company di Pegadaian.

“Kami BOD dan BOC Pegadaian juga sudah menyelesaikan Blue Print 2019-2023. Sehingga siapa pun yang menggantikan saya dapat meneruskan dan mewujudkan visi Pegadaian menjadi the most valuable financial company dan menjadi agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,”

Ia mengatakan solidnya BOD dan BOC Pegadaian akan membuat korporasi untuk selalu siap menghadapi era ekonomi digital dan industri finansial 4.0.

“Sehingga Pegadaian akan terus berinovasi untuk mempertahankan eksistensi bisnis, sekaligus sebagai market leader di bisnis gadai,” ujarnya.

Ditanya tentang langkah-langkah yang akan ditempuhnya, Kuswiyoto mengatakan akan melanjutkan langkah yang telah digariskan pendahulunya. Yaitu, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada dan terus melakukan inovasi, demi mencapai kemajuan yang lebih pesat. Sehingga benar-benar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan jasa dan layanan PT. Pegadaian. (*)

 

Comments

comments

PRESTASIINDONESIA.CO.– Memasuki tahun baru 2019, PT. Pegadaian (Persero), menggebrak kegiatan usahanya bersama Direktur Utama (Dirut) yang baru, Kuswiyoto. Bersama mantan Direktur Corprorate Banking Bank Rakyat Indonsia (BRI) itu, perusahaan yang terkenal dengan slogan “mengatasi masalah tanpa masalah” ini diharapkan akan berkiprah lebih gesit dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

Informasi tentang ditetapkannya Kuswiyoto sebagai Dirut Pegadaian yang baru didapatkan presitasiindonesia.co dari sharing komunikasi yang dikirimkan Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana ke meja redaksi.

Aqua Dwipayana Bersama Kuswiyoto (Foto: Dok AD)

Aqua yang bersahabat akrab dengan Kuswiyoto menginformasikan bahwa Kuswiyoto mendapatkan kepercayaan untuk memimpin PT. Pegadaian setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di perusahaan itu, memasuki tahun baru 2019.

“Pak Aqua, terhitung mulai Kamis, 3 Januari 2019, kemarin saya tidak di BRI lagi. Insya ALLAH sejak Jumat, 4 Januari 2019 ini saya mendapat amanah baru di Pegadaian. Terkait dengan itu rencana pertemuan kita siang ini kita atur kembali ya Pak Aqua. Matur nuwun,” ujar Direktur Utama (Dirut) Pegadaian Kuswiyoto, sebagaimana disampaikan Aqua melalui pesan Whatsapp di Jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan yang dia bina.

Menurut Pakar Komunikasi lulusan Unpad Bandung itu, rencana semula dia akan melakukan pertemuan dengan Kuswiyoto untuk diskusi di kantor pusat BRI di Jakarta. Namun karena mantan Direktur BRI itu telah dikukuhkan sebagai Dirut Pegadaian, maka pertemuan itu pun  ditunda.

“Nanti setelah saya resmi menjadi Dirut Pegadaian, selain mohon doa, saya butuh dukungan Pak Aqua untuk memotivasi seluruh jajaran saya di perusahaan itu. Tolong dibantu ya Pak Aqua,” lanjut Bapak dua putra yg rendah hati tersebut, seperti dikutip Aqua.

Kuswiyoto di Jajaran Direksi Baru Pegadaian (Foto: Dok Pegadaian)

Hingga Maret tahun lalu jumlah pegawai organik Pegadaian 13.400 orang dan outsourcing 12.700 orang. Mereka tersebar di semua provinsi di Indonesia.

Melalui sharing komunikasi di jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan, Aqua menyatakan sangat mengagumi lompatan-lompatan karir Kuswiyoto. Karena itu, untuk memenuhi permintaan sahabatnya itu, Aqua menegaskan bahwa dia siap membantu beliau secara maksimal agar sukses melaksanakan amanah mulia tersebut.

“Sebagai teman akrab saya menyarankan agar kemampuan komunikasi para pegawai Pegadaian perlu  diperkuat,” ungkap Aqua.

“Selain penguasaan secara teknis tugas masing-masing karyawan, yang perlu jadi prioritas untuk ditangani adalah memperbaiki dan meningkatkan kemampuan komunikasi seluruh jajaran Pegadaian. Itu merupakan salah satu kunci sukses untuk memenangkan persaingan,” imbuhnya, seperti yang telah dia sampaikan langsung kepada Kuswiyoto.

Alhamdulillah, menurut pakar komunikasi itu, pria asal Kediri, Jatim, ini sependapat dengan semua yang dia sampaikan. Selama ini, setiap kali diskusi Kuswiyoto selalu menerima masukan-masukan dari dirinya.

Meskipun memiliki karir yang cemerlang, Kuswiyoto menurut Aqua adalah pria yang rendah hati. Di selalu menyimak lawan bicaranya dan sangat senang menerima masukan. Apalagi untuk hal-hal yang dapat memperbaiki kinerja perusahaannya. Bila hal itu tidak dijalankan di perusahaannya, maka dengan cepat dia akan langsung melakukan perbaikan.

Ditawari Emas di Gerai Pegadaian (Foto: Dok AD)

Yang cukup menarik dari proses pelantikan dirinya sebagai Dirut Pegadaian, ternyata tidak banyak karyawannya yang mengetahui bahwa Dirut mereka sudah diganti. Karena itu, ketika Kuswiyoto mengajak Aqua melihat-lihat suasana di sebuah kantor pegadaian, mereka berdua ditawari emas oleh salah seorang pegawai yang menjaga stand emas. “Dia tidak tahu kalau saya adalah Dirutnya, Pak Aqua,” tukas Kuswiyoto kepada Aqua sambil tersenyum meninggalkan gerai pegadaian itu.

Memulai Karir dari Bawah

Kuswiyoto memulai karirnya dari bawah di BRI. Di Pegadaian, dia menggantikan Sunarso yang kembali menduduki jabatan Wakil Direktur Utama BRI. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI, Kamis (03/01/2019) memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Kuswiyoto sebagai Direktur Korporasi.

Kuswiyoto meraih gelar MBA Finance, Washington University, Amerika Serikat (1997), dan Gelar Sarjana Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya (1986).

Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko BRI tahun 2017, Direktur Kelembagaan BRI (2015-2017),  Komisaris PT Bringin Indotama Sejahtera Finance (2013-2014), Pemimpin Wilayah Jakarta 1 BRI (2015), Pemimpin Wilayah Makassar BRI (2014-2015).

Kuswiyoto diangkat pertama kali sebagai Direktur BRI sejak tanggal 12 Agustus 2015 berdasarkan Hasil RUPS Tahunan dan telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan berdasarkan Surat OJK No. SR-207/D.03/2015 tanggal 4 November 2015. Ia bertanggungjawab sebagai Direktur Kredit Menengah, Korporasi & BUMN.

Mantan Dirut Pegadaian Sunarso menegaskan, dirinya sudah meletakkan pondasi untuk meningkatkan social value dan transformasi menjadi the most valuable financial company di Pegadaian.

“Kami BOD dan BOC Pegadaian juga sudah menyelesaikan Blue Print 2019-2023. Sehingga siapa pun yang menggantikan saya dapat meneruskan dan mewujudkan visi Pegadaian menjadi the most valuable financial company dan menjadi agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,”

Ia mengatakan solidnya BOD dan BOC Pegadaian akan membuat korporasi untuk selalu siap menghadapi era ekonomi digital dan industri finansial 4.0.

“Sehingga Pegadaian akan terus berinovasi untuk mempertahankan eksistensi bisnis, sekaligus sebagai market leader di bisnis gadai,” ujarnya.

Ditanya tentang langkah-langkah yang akan ditempuhnya, Kuswiyoto mengatakan akan melanjutkan langkah yang telah digariskan pendahulunya. Yaitu, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada dan terus melakukan inovasi, demi mencapai kemajuan yang lebih pesat. Sehingga benar-benar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan jasa dan layanan PT. Pegadaian. (*)

 

Comments

comments

January 11, 2019   INSTITUSI - 2466 Views

Pegadaian di Tahun Baru dengan Dirut Baru

Editor: Nasmay L. Anas
Pegadaian di Tahun Baru dengan Dirut Baru

PRESTASIINDONESIA.CO.– Memasuki tahun baru 2019, PT. Pegadaian (Persero), menggebrak kegiatan usahanya bersama Direktur Utama (Dirut) yang baru, Kuswiyoto. Bersama mantan Direktur Corprorate Banking Bank Rakyat Indonsia (BRI) itu, perusahaan yang terkenal dengan slogan “mengatasi masalah tanpa masalah” ini diharapkan akan berkiprah lebih gesit dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

Informasi tentang ditetapkannya Kuswiyoto sebagai Dirut Pegadaian yang baru didapatkan presitasiindonesia.co dari sharing komunikasi yang dikirimkan Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana ke meja redaksi.

Aqua Dwipayana Bersama Kuswiyoto (Foto: Dok AD)

Aqua yang bersahabat akrab dengan Kuswiyoto menginformasikan bahwa Kuswiyoto mendapatkan kepercayaan untuk memimpin PT. Pegadaian setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di perusahaan itu, memasuki tahun baru 2019.

“Pak Aqua, terhitung mulai Kamis, 3 Januari 2019, kemarin saya tidak di BRI lagi. Insya ALLAH sejak Jumat, 4 Januari 2019 ini saya mendapat amanah baru di Pegadaian. Terkait dengan itu rencana pertemuan kita siang ini kita atur kembali ya Pak Aqua. Matur nuwun,” ujar Direktur Utama (Dirut) Pegadaian Kuswiyoto, sebagaimana disampaikan Aqua melalui pesan Whatsapp di Jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan yang dia bina.

Menurut Pakar Komunikasi lulusan Unpad Bandung itu, rencana semula dia akan melakukan pertemuan dengan Kuswiyoto untuk diskusi di kantor pusat BRI di Jakarta. Namun karena mantan Direktur BRI itu telah dikukuhkan sebagai Dirut Pegadaian, maka pertemuan itu pun  ditunda.

“Nanti setelah saya resmi menjadi Dirut Pegadaian, selain mohon doa, saya butuh dukungan Pak Aqua untuk memotivasi seluruh jajaran saya di perusahaan itu. Tolong dibantu ya Pak Aqua,” lanjut Bapak dua putra yg rendah hati tersebut, seperti dikutip Aqua.

Kuswiyoto di Jajaran Direksi Baru Pegadaian (Foto: Dok Pegadaian)

Hingga Maret tahun lalu jumlah pegawai organik Pegadaian 13.400 orang dan outsourcing 12.700 orang. Mereka tersebar di semua provinsi di Indonesia.

Melalui sharing komunikasi di jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan, Aqua menyatakan sangat mengagumi lompatan-lompatan karir Kuswiyoto. Karena itu, untuk memenuhi permintaan sahabatnya itu, Aqua menegaskan bahwa dia siap membantu beliau secara maksimal agar sukses melaksanakan amanah mulia tersebut.

“Sebagai teman akrab saya menyarankan agar kemampuan komunikasi para pegawai Pegadaian perlu  diperkuat,” ungkap Aqua.

“Selain penguasaan secara teknis tugas masing-masing karyawan, yang perlu jadi prioritas untuk ditangani adalah memperbaiki dan meningkatkan kemampuan komunikasi seluruh jajaran Pegadaian. Itu merupakan salah satu kunci sukses untuk memenangkan persaingan,” imbuhnya, seperti yang telah dia sampaikan langsung kepada Kuswiyoto.

Alhamdulillah, menurut pakar komunikasi itu, pria asal Kediri, Jatim, ini sependapat dengan semua yang dia sampaikan. Selama ini, setiap kali diskusi Kuswiyoto selalu menerima masukan-masukan dari dirinya.

Meskipun memiliki karir yang cemerlang, Kuswiyoto menurut Aqua adalah pria yang rendah hati. Di selalu menyimak lawan bicaranya dan sangat senang menerima masukan. Apalagi untuk hal-hal yang dapat memperbaiki kinerja perusahaannya. Bila hal itu tidak dijalankan di perusahaannya, maka dengan cepat dia akan langsung melakukan perbaikan.

Ditawari Emas di Gerai Pegadaian (Foto: Dok AD)

Yang cukup menarik dari proses pelantikan dirinya sebagai Dirut Pegadaian, ternyata tidak banyak karyawannya yang mengetahui bahwa Dirut mereka sudah diganti. Karena itu, ketika Kuswiyoto mengajak Aqua melihat-lihat suasana di sebuah kantor pegadaian, mereka berdua ditawari emas oleh salah seorang pegawai yang menjaga stand emas. “Dia tidak tahu kalau saya adalah Dirutnya, Pak Aqua,” tukas Kuswiyoto kepada Aqua sambil tersenyum meninggalkan gerai pegadaian itu.

Memulai Karir dari Bawah

Kuswiyoto memulai karirnya dari bawah di BRI. Di Pegadaian, dia menggantikan Sunarso yang kembali menduduki jabatan Wakil Direktur Utama BRI. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI, Kamis (03/01/2019) memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Kuswiyoto sebagai Direktur Korporasi.

Kuswiyoto meraih gelar MBA Finance, Washington University, Amerika Serikat (1997), dan Gelar Sarjana Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya (1986).

Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko BRI tahun 2017, Direktur Kelembagaan BRI (2015-2017),  Komisaris PT Bringin Indotama Sejahtera Finance (2013-2014), Pemimpin Wilayah Jakarta 1 BRI (2015), Pemimpin Wilayah Makassar BRI (2014-2015).

Kuswiyoto diangkat pertama kali sebagai Direktur BRI sejak tanggal 12 Agustus 2015 berdasarkan Hasil RUPS Tahunan dan telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan berdasarkan Surat OJK No. SR-207/D.03/2015 tanggal 4 November 2015. Ia bertanggungjawab sebagai Direktur Kredit Menengah, Korporasi & BUMN.

Mantan Dirut Pegadaian Sunarso menegaskan, dirinya sudah meletakkan pondasi untuk meningkatkan social value dan transformasi menjadi the most valuable financial company di Pegadaian.

“Kami BOD dan BOC Pegadaian juga sudah menyelesaikan Blue Print 2019-2023. Sehingga siapa pun yang menggantikan saya dapat meneruskan dan mewujudkan visi Pegadaian menjadi the most valuable financial company dan menjadi agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,”

Ia mengatakan solidnya BOD dan BOC Pegadaian akan membuat korporasi untuk selalu siap menghadapi era ekonomi digital dan industri finansial 4.0.

“Sehingga Pegadaian akan terus berinovasi untuk mempertahankan eksistensi bisnis, sekaligus sebagai market leader di bisnis gadai,” ujarnya.

Ditanya tentang langkah-langkah yang akan ditempuhnya, Kuswiyoto mengatakan akan melanjutkan langkah yang telah digariskan pendahulunya. Yaitu, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada dan terus melakukan inovasi, demi mencapai kemajuan yang lebih pesat. Sehingga benar-benar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan jasa dan layanan PT. Pegadaian. (*)

 

Comments

comments

PRESTASIINDONESIA.CO.– Memasuki tahun baru 2019, PT. Pegadaian (Persero), menggebrak kegiatan usahanya bersama Direktur Utama (Dirut) yang baru, Kuswiyoto. Bersama mantan Direktur Corprorate Banking Bank Rakyat Indonsia (BRI) itu, perusahaan yang terkenal dengan slogan “mengatasi masalah tanpa masalah” ini diharapkan akan berkiprah lebih gesit dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkannya.

Informasi tentang ditetapkannya Kuswiyoto sebagai Dirut Pegadaian yang baru didapatkan presitasiindonesia.co dari sharing komunikasi yang dikirimkan Motivator Nasional dan Pakar Komunikasi Dr. Aqua Dwipayana ke meja redaksi.

Aqua Dwipayana Bersama Kuswiyoto (Foto: Dok AD)

Aqua yang bersahabat akrab dengan Kuswiyoto menginformasikan bahwa Kuswiyoto mendapatkan kepercayaan untuk memimpin PT. Pegadaian setelah melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di perusahaan itu, memasuki tahun baru 2019.

“Pak Aqua, terhitung mulai Kamis, 3 Januari 2019, kemarin saya tidak di BRI lagi. Insya ALLAH sejak Jumat, 4 Januari 2019 ini saya mendapat amanah baru di Pegadaian. Terkait dengan itu rencana pertemuan kita siang ini kita atur kembali ya Pak Aqua. Matur nuwun,” ujar Direktur Utama (Dirut) Pegadaian Kuswiyoto, sebagaimana disampaikan Aqua melalui pesan Whatsapp di Jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan yang dia bina.

Menurut Pakar Komunikasi lulusan Unpad Bandung itu, rencana semula dia akan melakukan pertemuan dengan Kuswiyoto untuk diskusi di kantor pusat BRI di Jakarta. Namun karena mantan Direktur BRI itu telah dikukuhkan sebagai Dirut Pegadaian, maka pertemuan itu pun  ditunda.

“Nanti setelah saya resmi menjadi Dirut Pegadaian, selain mohon doa, saya butuh dukungan Pak Aqua untuk memotivasi seluruh jajaran saya di perusahaan itu. Tolong dibantu ya Pak Aqua,” lanjut Bapak dua putra yg rendah hati tersebut, seperti dikutip Aqua.

Kuswiyoto di Jajaran Direksi Baru Pegadaian (Foto: Dok Pegadaian)

Hingga Maret tahun lalu jumlah pegawai organik Pegadaian 13.400 orang dan outsourcing 12.700 orang. Mereka tersebar di semua provinsi di Indonesia.

Melalui sharing komunikasi di jaringan Komunitas Komunikasi Jari Tangan, Aqua menyatakan sangat mengagumi lompatan-lompatan karir Kuswiyoto. Karena itu, untuk memenuhi permintaan sahabatnya itu, Aqua menegaskan bahwa dia siap membantu beliau secara maksimal agar sukses melaksanakan amanah mulia tersebut.

“Sebagai teman akrab saya menyarankan agar kemampuan komunikasi para pegawai Pegadaian perlu  diperkuat,” ungkap Aqua.

“Selain penguasaan secara teknis tugas masing-masing karyawan, yang perlu jadi prioritas untuk ditangani adalah memperbaiki dan meningkatkan kemampuan komunikasi seluruh jajaran Pegadaian. Itu merupakan salah satu kunci sukses untuk memenangkan persaingan,” imbuhnya, seperti yang telah dia sampaikan langsung kepada Kuswiyoto.

Alhamdulillah, menurut pakar komunikasi itu, pria asal Kediri, Jatim, ini sependapat dengan semua yang dia sampaikan. Selama ini, setiap kali diskusi Kuswiyoto selalu menerima masukan-masukan dari dirinya.

Meskipun memiliki karir yang cemerlang, Kuswiyoto menurut Aqua adalah pria yang rendah hati. Di selalu menyimak lawan bicaranya dan sangat senang menerima masukan. Apalagi untuk hal-hal yang dapat memperbaiki kinerja perusahaannya. Bila hal itu tidak dijalankan di perusahaannya, maka dengan cepat dia akan langsung melakukan perbaikan.

Ditawari Emas di Gerai Pegadaian (Foto: Dok AD)

Yang cukup menarik dari proses pelantikan dirinya sebagai Dirut Pegadaian, ternyata tidak banyak karyawannya yang mengetahui bahwa Dirut mereka sudah diganti. Karena itu, ketika Kuswiyoto mengajak Aqua melihat-lihat suasana di sebuah kantor pegadaian, mereka berdua ditawari emas oleh salah seorang pegawai yang menjaga stand emas. “Dia tidak tahu kalau saya adalah Dirutnya, Pak Aqua,” tukas Kuswiyoto kepada Aqua sambil tersenyum meninggalkan gerai pegadaian itu.

Memulai Karir dari Bawah

Kuswiyoto memulai karirnya dari bawah di BRI. Di Pegadaian, dia menggantikan Sunarso yang kembali menduduki jabatan Wakil Direktur Utama BRI. Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BRI, Kamis (03/01/2019) memutuskan untuk memberhentikan dengan hormat Kuswiyoto sebagai Direktur Korporasi.

Kuswiyoto meraih gelar MBA Finance, Washington University, Amerika Serikat (1997), dan Gelar Sarjana Ekonomi, Universitas Airlangga, Surabaya (1986).

Sebelumnya ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Manajemen Risiko BRI tahun 2017, Direktur Kelembagaan BRI (2015-2017),  Komisaris PT Bringin Indotama Sejahtera Finance (2013-2014), Pemimpin Wilayah Jakarta 1 BRI (2015), Pemimpin Wilayah Makassar BRI (2014-2015).

Kuswiyoto diangkat pertama kali sebagai Direktur BRI sejak tanggal 12 Agustus 2015 berdasarkan Hasil RUPS Tahunan dan telah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan berdasarkan Surat OJK No. SR-207/D.03/2015 tanggal 4 November 2015. Ia bertanggungjawab sebagai Direktur Kredit Menengah, Korporasi & BUMN.

Mantan Dirut Pegadaian Sunarso menegaskan, dirinya sudah meletakkan pondasi untuk meningkatkan social value dan transformasi menjadi the most valuable financial company di Pegadaian.

“Kami BOD dan BOC Pegadaian juga sudah menyelesaikan Blue Print 2019-2023. Sehingga siapa pun yang menggantikan saya dapat meneruskan dan mewujudkan visi Pegadaian menjadi the most valuable financial company dan menjadi agen inklusi keuangan pilihan utama masyarakat Indonesia,”

Ia mengatakan solidnya BOD dan BOC Pegadaian akan membuat korporasi untuk selalu siap menghadapi era ekonomi digital dan industri finansial 4.0.

“Sehingga Pegadaian akan terus berinovasi untuk mempertahankan eksistensi bisnis, sekaligus sebagai market leader di bisnis gadai,” ujarnya.

Ditanya tentang langkah-langkah yang akan ditempuhnya, Kuswiyoto mengatakan akan melanjutkan langkah yang telah digariskan pendahulunya. Yaitu, dengan memanfaatkan segala sumber daya yang ada dan terus melakukan inovasi, demi mencapai kemajuan yang lebih pesat. Sehingga benar-benar memberi manfaat bagi seluruh masyarakat Indonesia yang membutuhkan jasa dan layanan PT. Pegadaian. (*)

 

Comments

comments