July 22, 2020   BERITA - 544 Views

Revilla Oulina, Perempuan Minang yang Jadi Komandan Pasukan PBB di Afrika

Editor: Nasmay L. Anas
Revilla Oulina, Perempuan Minang yang Jadi Komandan Pasukan PBB di Afrika

PADANG, PRESTASIINDONESIA.CO.- Menjadi anggota pasukan perdamaian PBB di Afrika, lalu terpilih pula sebagai salah satu komandannya, tentu sangat membanggakan bagi perempuan Minang, Letnan Kolonel (sus) Revilla Oulina, M.Pd, M.Si. Di samping itu, tentu saja, prestasi ini juga menjadi sesuatu yang sangat membanggakan bagi orang kampungnya di Padang Pariaman.

Seperti diunggah sejumlah media online luar dan dalam negeri, wanita asal Padang Pariaman ini sebelumnya berangkat ke Afrika sebagai prajurit Wanita TNI Angkatan Udara (Wara). Salah satu bagian dari tim Unamid (United Nation African Union Mission). Dia kemudian juga diangkat sebagai Chief U9 Unamid.

Perlu dicatat, ia adalah perempuan pertama di dunia yang mendapat jabatan itu dari PBB. Laporan ini pernah dirilis patriot.id 2018 silam. Si uniang Revila merupakan satu dari Sembilan perempuan Indonesia yang kini bertugas di tempat yang sama. Lainnya, berasal dari Polisi.

“Selama bertugas di Sudan semenjak Juni 2017 lalu, tepatnya di Kota Elfasher, banyak program yang sudah kami lakukan. Di antaranya renovasi klinik, renovasi masjid, dan layanan social serta fisik lainnya,” tegas Revila yang pernah di Menwa (Resimen Mahasiswa) Maharuyung, asal FKIP Universitas Bung Hatta tahun 1990 ini.

Dalam Misi PBB ini, ada 9 Chief, yaitu Chief U1 sampai Chief U9. Ia bertugas di Chief U9 yang bergerak langsung ke tengah masyarakat di sana. “Jabatan yang saya emban sebagai Chief Military Coordination pada Unamid di Darpur Sudan, yang mana Jabatan U9 adalah jabatan di tingkat pusat. Kalau di tingkat sektor namanya J9,” tambah Revila yang dirilis patriot.id.

Sepanjang sejarah militer Indonesia ataupun dunia belum pernah ada wanita yang menempati jabatan Cimic. Karenanya, Letkol Sus Revilla Oulina sangat bersyukur telah menjadi wanita pertama yang menempati jabatan itu. “Saya bersyukur dan terharu sekali untuk jabatan ini ternyata belum pernah ada Wanita yang menjabatnya. Sayalah Wanita Militer Pertama di Indonesia bahkan dunia yang mengemban jabatan tersebut”, ungkap Revilla

Ia merupakan Alumni Perwira Karier PAPK V Tahun 1998. Revila wanita kelahiran Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman 46 tahun lalu, dan sekaligus alumni dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 2 Padang ini begitu berempati melihat keadaan pendidikan anak-anak sekolah di Darfur yang begitu tidak layak.

Revila sendiri sebelumnya mengikuti Pendidikan Seskoau tahun 2015 di Lembang Bandung dan sekarang ibu dari Shayidina Daffa Devilla ini dinas di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (SEKKAU) Halim Perdana Kusuma Jakarta sejak tahun 2018 sampai sekarang. (Ist)

Note: Berita ini sebelumnya sudah tayang di BeritaTrans.com, hallo padang dan jurnal sumbar.

Comments

comments

PADANG, PRESTASIINDONESIA.CO.- Menjadi anggota pasukan perdamaian PBB di Afrika, lalu terpilih pula sebagai salah satu komandannya, tentu sangat membanggakan bagi perempuan Minang, Letnan Kolonel (sus) Revilla Oulina, M.Pd, M.Si. Di samping itu, tentu saja, prestasi ini juga menjadi sesuatu yang sangat membanggakan bagi orang kampungnya di Padang Pariaman.

Seperti diunggah sejumlah media online luar dan dalam negeri, wanita asal Padang Pariaman ini sebelumnya berangkat ke Afrika sebagai prajurit Wanita TNI Angkatan Udara (Wara). Salah satu bagian dari tim Unamid (United Nation African Union Mission). Dia kemudian juga diangkat sebagai Chief U9 Unamid.

Perlu dicatat, ia adalah perempuan pertama di dunia yang mendapat jabatan itu dari PBB. Laporan ini pernah dirilis patriot.id 2018 silam. Si uniang Revila merupakan satu dari Sembilan perempuan Indonesia yang kini bertugas di tempat yang sama. Lainnya, berasal dari Polisi.

“Selama bertugas di Sudan semenjak Juni 2017 lalu, tepatnya di Kota Elfasher, banyak program yang sudah kami lakukan. Di antaranya renovasi klinik, renovasi masjid, dan layanan social serta fisik lainnya,” tegas Revila yang pernah di Menwa (Resimen Mahasiswa) Maharuyung, asal FKIP Universitas Bung Hatta tahun 1990 ini.

Dalam Misi PBB ini, ada 9 Chief, yaitu Chief U1 sampai Chief U9. Ia bertugas di Chief U9 yang bergerak langsung ke tengah masyarakat di sana. “Jabatan yang saya emban sebagai Chief Military Coordination pada Unamid di Darpur Sudan, yang mana Jabatan U9 adalah jabatan di tingkat pusat. Kalau di tingkat sektor namanya J9,” tambah Revila yang dirilis patriot.id.

Sepanjang sejarah militer Indonesia ataupun dunia belum pernah ada wanita yang menempati jabatan Cimic. Karenanya, Letkol Sus Revilla Oulina sangat bersyukur telah menjadi wanita pertama yang menempati jabatan itu. “Saya bersyukur dan terharu sekali untuk jabatan ini ternyata belum pernah ada Wanita yang menjabatnya. Sayalah Wanita Militer Pertama di Indonesia bahkan dunia yang mengemban jabatan tersebut”, ungkap Revilla

Ia merupakan Alumni Perwira Karier PAPK V Tahun 1998. Revila wanita kelahiran Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman 46 tahun lalu, dan sekaligus alumni dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 2 Padang ini begitu berempati melihat keadaan pendidikan anak-anak sekolah di Darfur yang begitu tidak layak.

Revila sendiri sebelumnya mengikuti Pendidikan Seskoau tahun 2015 di Lembang Bandung dan sekarang ibu dari Shayidina Daffa Devilla ini dinas di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (SEKKAU) Halim Perdana Kusuma Jakarta sejak tahun 2018 sampai sekarang. (Ist)

Note: Berita ini sebelumnya sudah tayang di BeritaTrans.com, hallo padang dan jurnal sumbar.

Comments

comments

July 22, 2020   BERITA - 545 Views

Revilla Oulina, Perempuan Minang yang Jadi Komandan Pasukan PBB di Afrika

Editor: Nasmay L. Anas
Revilla Oulina, Perempuan Minang yang Jadi Komandan Pasukan PBB di Afrika

PADANG, PRESTASIINDONESIA.CO.- Menjadi anggota pasukan perdamaian PBB di Afrika, lalu terpilih pula sebagai salah satu komandannya, tentu sangat membanggakan bagi perempuan Minang, Letnan Kolonel (sus) Revilla Oulina, M.Pd, M.Si. Di samping itu, tentu saja, prestasi ini juga menjadi sesuatu yang sangat membanggakan bagi orang kampungnya di Padang Pariaman.

Seperti diunggah sejumlah media online luar dan dalam negeri, wanita asal Padang Pariaman ini sebelumnya berangkat ke Afrika sebagai prajurit Wanita TNI Angkatan Udara (Wara). Salah satu bagian dari tim Unamid (United Nation African Union Mission). Dia kemudian juga diangkat sebagai Chief U9 Unamid.

Perlu dicatat, ia adalah perempuan pertama di dunia yang mendapat jabatan itu dari PBB. Laporan ini pernah dirilis patriot.id 2018 silam. Si uniang Revila merupakan satu dari Sembilan perempuan Indonesia yang kini bertugas di tempat yang sama. Lainnya, berasal dari Polisi.

“Selama bertugas di Sudan semenjak Juni 2017 lalu, tepatnya di Kota Elfasher, banyak program yang sudah kami lakukan. Di antaranya renovasi klinik, renovasi masjid, dan layanan social serta fisik lainnya,” tegas Revila yang pernah di Menwa (Resimen Mahasiswa) Maharuyung, asal FKIP Universitas Bung Hatta tahun 1990 ini.

Dalam Misi PBB ini, ada 9 Chief, yaitu Chief U1 sampai Chief U9. Ia bertugas di Chief U9 yang bergerak langsung ke tengah masyarakat di sana. “Jabatan yang saya emban sebagai Chief Military Coordination pada Unamid di Darpur Sudan, yang mana Jabatan U9 adalah jabatan di tingkat pusat. Kalau di tingkat sektor namanya J9,” tambah Revila yang dirilis patriot.id.

Sepanjang sejarah militer Indonesia ataupun dunia belum pernah ada wanita yang menempati jabatan Cimic. Karenanya, Letkol Sus Revilla Oulina sangat bersyukur telah menjadi wanita pertama yang menempati jabatan itu. “Saya bersyukur dan terharu sekali untuk jabatan ini ternyata belum pernah ada Wanita yang menjabatnya. Sayalah Wanita Militer Pertama di Indonesia bahkan dunia yang mengemban jabatan tersebut”, ungkap Revilla

Ia merupakan Alumni Perwira Karier PAPK V Tahun 1998. Revila wanita kelahiran Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman 46 tahun lalu, dan sekaligus alumni dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 2 Padang ini begitu berempati melihat keadaan pendidikan anak-anak sekolah di Darfur yang begitu tidak layak.

Revila sendiri sebelumnya mengikuti Pendidikan Seskoau tahun 2015 di Lembang Bandung dan sekarang ibu dari Shayidina Daffa Devilla ini dinas di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (SEKKAU) Halim Perdana Kusuma Jakarta sejak tahun 2018 sampai sekarang. (Ist)

Note: Berita ini sebelumnya sudah tayang di BeritaTrans.com, hallo padang dan jurnal sumbar.

Comments

comments

PADANG, PRESTASIINDONESIA.CO.- Menjadi anggota pasukan perdamaian PBB di Afrika, lalu terpilih pula sebagai salah satu komandannya, tentu sangat membanggakan bagi perempuan Minang, Letnan Kolonel (sus) Revilla Oulina, M.Pd, M.Si. Di samping itu, tentu saja, prestasi ini juga menjadi sesuatu yang sangat membanggakan bagi orang kampungnya di Padang Pariaman.

Seperti diunggah sejumlah media online luar dan dalam negeri, wanita asal Padang Pariaman ini sebelumnya berangkat ke Afrika sebagai prajurit Wanita TNI Angkatan Udara (Wara). Salah satu bagian dari tim Unamid (United Nation African Union Mission). Dia kemudian juga diangkat sebagai Chief U9 Unamid.

Perlu dicatat, ia adalah perempuan pertama di dunia yang mendapat jabatan itu dari PBB. Laporan ini pernah dirilis patriot.id 2018 silam. Si uniang Revila merupakan satu dari Sembilan perempuan Indonesia yang kini bertugas di tempat yang sama. Lainnya, berasal dari Polisi.

“Selama bertugas di Sudan semenjak Juni 2017 lalu, tepatnya di Kota Elfasher, banyak program yang sudah kami lakukan. Di antaranya renovasi klinik, renovasi masjid, dan layanan social serta fisik lainnya,” tegas Revila yang pernah di Menwa (Resimen Mahasiswa) Maharuyung, asal FKIP Universitas Bung Hatta tahun 1990 ini.

Dalam Misi PBB ini, ada 9 Chief, yaitu Chief U1 sampai Chief U9. Ia bertugas di Chief U9 yang bergerak langsung ke tengah masyarakat di sana. “Jabatan yang saya emban sebagai Chief Military Coordination pada Unamid di Darpur Sudan, yang mana Jabatan U9 adalah jabatan di tingkat pusat. Kalau di tingkat sektor namanya J9,” tambah Revila yang dirilis patriot.id.

Sepanjang sejarah militer Indonesia ataupun dunia belum pernah ada wanita yang menempati jabatan Cimic. Karenanya, Letkol Sus Revilla Oulina sangat bersyukur telah menjadi wanita pertama yang menempati jabatan itu. “Saya bersyukur dan terharu sekali untuk jabatan ini ternyata belum pernah ada Wanita yang menjabatnya. Sayalah Wanita Militer Pertama di Indonesia bahkan dunia yang mengemban jabatan tersebut”, ungkap Revilla

Ia merupakan Alumni Perwira Karier PAPK V Tahun 1998. Revila wanita kelahiran Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman 46 tahun lalu, dan sekaligus alumni dari Sekolah Pendidikan Guru (SPG) 2 Padang ini begitu berempati melihat keadaan pendidikan anak-anak sekolah di Darfur yang begitu tidak layak.

Revila sendiri sebelumnya mengikuti Pendidikan Seskoau tahun 2015 di Lembang Bandung dan sekarang ibu dari Shayidina Daffa Devilla ini dinas di Sekolah Komando Kesatuan Angkatan Udara (SEKKAU) Halim Perdana Kusuma Jakarta sejak tahun 2018 sampai sekarang. (Ist)

Note: Berita ini sebelumnya sudah tayang di BeritaTrans.com, hallo padang dan jurnal sumbar.

Comments

comments