August 28, 2016   PROFIL - 5847 Views

RIEZKA RAHMATIANA PELOPOR GERAI PISANG IJO

Editor: Nasmay L. Anas
RIEZKA RAHMATIANA PELOPOR GERAI PISANG IJO

PRESTASIINDONESIA.CO.- Sebagai pengusaha muda yang sedang naik daun, prestasi Riezka Rahmatiana menarik perhatian banyak kalangan. Bagaimana bisa, dalam tempo tidak lebih dari tiga tahun ia bisa sukses membangun usaha dengan omset ratusan juta setiap bulan?

Yang jelas, demikianlah Riezka. Gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 26 Maret 1986, yang melejit dengan usaha kuliner Es Pisang Ijo khas Makasar.

Sejak merintis usaha itu dengan sebuah gerobak pinggir jalan di kota Bandung pada 2007, kini ia mampu memasarkan produknya hingga ke berbagai pelosok nusantara. Gerai waralabanya sekarang tersebar di beberapa tempat di Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Sulawesi, Purbalingga, Purwokerto, dan kota lainnya. Dengan jumlah 100 outlet, usahanya kini beromset 300 jutaan per bulan.

Di bawah bendera CV Ezka Giga Pratama, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan. Melalui merk dagang yang kian populer, “Es Pisang Ijo Justmine”, antara lain Riezka telah mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya, Wirausaha Muda Mandiri 2008, UKM Terbaik Spirit Entrepreneur, Setia Adhikarya Mahasiswa, dan Pemuda Berprestasi 2010.
Merk dagang JustMine yang dia usung sebenarnya terinspirasi dari kata Jasmine, yang berarti melati. Nama sekuntum bunga yang memiliki aroma khas yang disukai banyak orang. Nama yang muncul begitu saja di benaknya dan Riezka sendiri awalnya tidak membayangkan bahwa bisnis dengan merk dagang itu akan semerbak, seharum bunga khas itu.

Meski demikian, Riezka tidak menggunakan kata jasmine seperti lazimnya orang mengenal nama lain dari bunga melati. Sebagai anak muda yang inspiratif, dia memplesetkan kata ”jasmine” menjadi ”JustMine”, untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Kuliner khas Makasar yang kemudian dia jadikan peluang usaha waralaba.

Layaknya bunga melati yang harum semerbak, nama gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini pun kini ikut harum di kalangan pengusaha muda Indonesia. Dengan kuliner es pisang ijo khas Makasar, ia semakin dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Kartu namanya sekarang sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.

Jatuh dan Bangun

Seperti dituturkan Riezka, bisnis yang dijalankannya bukannya tidak mengalami kendala sama sekali. Sebab berbagai usaha yang dijalankannya sejak masih mahasiswi di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung telah ditandai dengan proses jatuh dan bangun. Sebab dia telah melakukan berbagai usaha di sela-sela kegiatan kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, usaha laundry hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dengan menyisihkan penghasilan dari bekerja itu, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.
Dan sukses memang butuhkan perjuangan. Kerasnya tekad membawanya dari jeratan jatuh bangun bisnis yang pernah ditekuninya. Berbagai usaha yang telah dilakoninya pernah membuatnya terjerembab dalam kegagalan. Bahkan dia pun pernah ditipu oleh mitra bisnis yang menurutnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Barulah pertengahan 2007, tabir sukses itu mulai tersingkap. “Awalnya saya mampir di sebuah restoran yang menjual es pisang ijo. Ternyata rasanya enak sekali. Lalu terpikir untuk mencoba bisnis jenis ini. Sayapun cari-cari resepnya dari internet, “ kisah Riezka.
Dikatakannya, dia memang belum pernah ke Makassar. Tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar mengembangkan berbagai usaha, termasuk memproduksi pisang ijo, itulah menjadi modal dasarnya. Dengan semangat yang menyala-nyala dan pantang menyerah dia tidak henti berpikir bagaimana bisa sukses. Dengan menggali resep dari internet dan bertanya-tanya ke sana kemari, akhirnya dia menemukan resep es pisang ijo khas Makasar yang ternyata sangat disukai konsumennya.

Sebagai salah satu buah yang banyak ditemukan di negeri ini, pisang merupakan bahan baku yang relatif murah dan mudah didapatkan di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.

Ternyata mengawali bisnis es pisang ijo tak semudah yang dibayangkan. Membuat es pisang ijo yang mantab membutuhkan semangat juang dan talenta yang tinggi. Ia butuh waktu berbulan-bulan untuk belajar banyak hal dan tidak gampang menyerah dalam melakukan banyak trial and eror. “Alhamdulillah, setelah melakukan tray and error selama beberapa bulan, akhirnya saya menemukan resep yang manjur. Kemudian, saya pun langsung jualan dengan menggunakan sebuah etalase dipinggir jalan,” katanya mengenang perjalanan bisnisnya yang sekarang sedang naik daun.

Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, dia mulai menjalankan bisnis kuliner es pisang ijo pada 2007. Sekarang bisnis makanan pisang ijo yang segar ini mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung. Dan itu menjadikan nama Riezka Rahmatiana kian berkibar.

Editor: Nasmay L. Anas

 

Comments

comments

PRESTASIINDONESIA.CO.- Sebagai pengusaha muda yang sedang naik daun, prestasi Riezka Rahmatiana menarik perhatian banyak kalangan. Bagaimana bisa, dalam tempo tidak lebih dari tiga tahun ia bisa sukses membangun usaha dengan omset ratusan juta setiap bulan?

Yang jelas, demikianlah Riezka. Gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 26 Maret 1986, yang melejit dengan usaha kuliner Es Pisang Ijo khas Makasar.

Sejak merintis usaha itu dengan sebuah gerobak pinggir jalan di kota Bandung pada 2007, kini ia mampu memasarkan produknya hingga ke berbagai pelosok nusantara. Gerai waralabanya sekarang tersebar di beberapa tempat di Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Sulawesi, Purbalingga, Purwokerto, dan kota lainnya. Dengan jumlah 100 outlet, usahanya kini beromset 300 jutaan per bulan.

Di bawah bendera CV Ezka Giga Pratama, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan. Melalui merk dagang yang kian populer, “Es Pisang Ijo Justmine”, antara lain Riezka telah mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya, Wirausaha Muda Mandiri 2008, UKM Terbaik Spirit Entrepreneur, Setia Adhikarya Mahasiswa, dan Pemuda Berprestasi 2010.
Merk dagang JustMine yang dia usung sebenarnya terinspirasi dari kata Jasmine, yang berarti melati. Nama sekuntum bunga yang memiliki aroma khas yang disukai banyak orang. Nama yang muncul begitu saja di benaknya dan Riezka sendiri awalnya tidak membayangkan bahwa bisnis dengan merk dagang itu akan semerbak, seharum bunga khas itu.

Meski demikian, Riezka tidak menggunakan kata jasmine seperti lazimnya orang mengenal nama lain dari bunga melati. Sebagai anak muda yang inspiratif, dia memplesetkan kata ”jasmine” menjadi ”JustMine”, untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Kuliner khas Makasar yang kemudian dia jadikan peluang usaha waralaba.

Layaknya bunga melati yang harum semerbak, nama gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini pun kini ikut harum di kalangan pengusaha muda Indonesia. Dengan kuliner es pisang ijo khas Makasar, ia semakin dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Kartu namanya sekarang sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.

Jatuh dan Bangun

Seperti dituturkan Riezka, bisnis yang dijalankannya bukannya tidak mengalami kendala sama sekali. Sebab berbagai usaha yang dijalankannya sejak masih mahasiswi di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung telah ditandai dengan proses jatuh dan bangun. Sebab dia telah melakukan berbagai usaha di sela-sela kegiatan kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, usaha laundry hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dengan menyisihkan penghasilan dari bekerja itu, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.
Dan sukses memang butuhkan perjuangan. Kerasnya tekad membawanya dari jeratan jatuh bangun bisnis yang pernah ditekuninya. Berbagai usaha yang telah dilakoninya pernah membuatnya terjerembab dalam kegagalan. Bahkan dia pun pernah ditipu oleh mitra bisnis yang menurutnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Barulah pertengahan 2007, tabir sukses itu mulai tersingkap. “Awalnya saya mampir di sebuah restoran yang menjual es pisang ijo. Ternyata rasanya enak sekali. Lalu terpikir untuk mencoba bisnis jenis ini. Sayapun cari-cari resepnya dari internet, “ kisah Riezka.
Dikatakannya, dia memang belum pernah ke Makassar. Tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar mengembangkan berbagai usaha, termasuk memproduksi pisang ijo, itulah menjadi modal dasarnya. Dengan semangat yang menyala-nyala dan pantang menyerah dia tidak henti berpikir bagaimana bisa sukses. Dengan menggali resep dari internet dan bertanya-tanya ke sana kemari, akhirnya dia menemukan resep es pisang ijo khas Makasar yang ternyata sangat disukai konsumennya.

Sebagai salah satu buah yang banyak ditemukan di negeri ini, pisang merupakan bahan baku yang relatif murah dan mudah didapatkan di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.

Ternyata mengawali bisnis es pisang ijo tak semudah yang dibayangkan. Membuat es pisang ijo yang mantab membutuhkan semangat juang dan talenta yang tinggi. Ia butuh waktu berbulan-bulan untuk belajar banyak hal dan tidak gampang menyerah dalam melakukan banyak trial and eror. “Alhamdulillah, setelah melakukan tray and error selama beberapa bulan, akhirnya saya menemukan resep yang manjur. Kemudian, saya pun langsung jualan dengan menggunakan sebuah etalase dipinggir jalan,” katanya mengenang perjalanan bisnisnya yang sekarang sedang naik daun.

Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, dia mulai menjalankan bisnis kuliner es pisang ijo pada 2007. Sekarang bisnis makanan pisang ijo yang segar ini mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung. Dan itu menjadikan nama Riezka Rahmatiana kian berkibar.

Editor: Nasmay L. Anas

 

Comments

comments

August 28, 2016   PROFIL - 5848 Views

RIEZKA RAHMATIANA PELOPOR GERAI PISANG IJO

Editor: Nasmay L. Anas
RIEZKA RAHMATIANA PELOPOR GERAI PISANG IJO

PRESTASIINDONESIA.CO.- Sebagai pengusaha muda yang sedang naik daun, prestasi Riezka Rahmatiana menarik perhatian banyak kalangan. Bagaimana bisa, dalam tempo tidak lebih dari tiga tahun ia bisa sukses membangun usaha dengan omset ratusan juta setiap bulan?

Yang jelas, demikianlah Riezka. Gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 26 Maret 1986, yang melejit dengan usaha kuliner Es Pisang Ijo khas Makasar.

Sejak merintis usaha itu dengan sebuah gerobak pinggir jalan di kota Bandung pada 2007, kini ia mampu memasarkan produknya hingga ke berbagai pelosok nusantara. Gerai waralabanya sekarang tersebar di beberapa tempat di Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Sulawesi, Purbalingga, Purwokerto, dan kota lainnya. Dengan jumlah 100 outlet, usahanya kini beromset 300 jutaan per bulan.

Di bawah bendera CV Ezka Giga Pratama, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan. Melalui merk dagang yang kian populer, “Es Pisang Ijo Justmine”, antara lain Riezka telah mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya, Wirausaha Muda Mandiri 2008, UKM Terbaik Spirit Entrepreneur, Setia Adhikarya Mahasiswa, dan Pemuda Berprestasi 2010.
Merk dagang JustMine yang dia usung sebenarnya terinspirasi dari kata Jasmine, yang berarti melati. Nama sekuntum bunga yang memiliki aroma khas yang disukai banyak orang. Nama yang muncul begitu saja di benaknya dan Riezka sendiri awalnya tidak membayangkan bahwa bisnis dengan merk dagang itu akan semerbak, seharum bunga khas itu.

Meski demikian, Riezka tidak menggunakan kata jasmine seperti lazimnya orang mengenal nama lain dari bunga melati. Sebagai anak muda yang inspiratif, dia memplesetkan kata ”jasmine” menjadi ”JustMine”, untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Kuliner khas Makasar yang kemudian dia jadikan peluang usaha waralaba.

Layaknya bunga melati yang harum semerbak, nama gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini pun kini ikut harum di kalangan pengusaha muda Indonesia. Dengan kuliner es pisang ijo khas Makasar, ia semakin dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Kartu namanya sekarang sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.

Jatuh dan Bangun

Seperti dituturkan Riezka, bisnis yang dijalankannya bukannya tidak mengalami kendala sama sekali. Sebab berbagai usaha yang dijalankannya sejak masih mahasiswi di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung telah ditandai dengan proses jatuh dan bangun. Sebab dia telah melakukan berbagai usaha di sela-sela kegiatan kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, usaha laundry hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dengan menyisihkan penghasilan dari bekerja itu, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.
Dan sukses memang butuhkan perjuangan. Kerasnya tekad membawanya dari jeratan jatuh bangun bisnis yang pernah ditekuninya. Berbagai usaha yang telah dilakoninya pernah membuatnya terjerembab dalam kegagalan. Bahkan dia pun pernah ditipu oleh mitra bisnis yang menurutnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Barulah pertengahan 2007, tabir sukses itu mulai tersingkap. “Awalnya saya mampir di sebuah restoran yang menjual es pisang ijo. Ternyata rasanya enak sekali. Lalu terpikir untuk mencoba bisnis jenis ini. Sayapun cari-cari resepnya dari internet, “ kisah Riezka.
Dikatakannya, dia memang belum pernah ke Makassar. Tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar mengembangkan berbagai usaha, termasuk memproduksi pisang ijo, itulah menjadi modal dasarnya. Dengan semangat yang menyala-nyala dan pantang menyerah dia tidak henti berpikir bagaimana bisa sukses. Dengan menggali resep dari internet dan bertanya-tanya ke sana kemari, akhirnya dia menemukan resep es pisang ijo khas Makasar yang ternyata sangat disukai konsumennya.

Sebagai salah satu buah yang banyak ditemukan di negeri ini, pisang merupakan bahan baku yang relatif murah dan mudah didapatkan di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.

Ternyata mengawali bisnis es pisang ijo tak semudah yang dibayangkan. Membuat es pisang ijo yang mantab membutuhkan semangat juang dan talenta yang tinggi. Ia butuh waktu berbulan-bulan untuk belajar banyak hal dan tidak gampang menyerah dalam melakukan banyak trial and eror. “Alhamdulillah, setelah melakukan tray and error selama beberapa bulan, akhirnya saya menemukan resep yang manjur. Kemudian, saya pun langsung jualan dengan menggunakan sebuah etalase dipinggir jalan,” katanya mengenang perjalanan bisnisnya yang sekarang sedang naik daun.

Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, dia mulai menjalankan bisnis kuliner es pisang ijo pada 2007. Sekarang bisnis makanan pisang ijo yang segar ini mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung. Dan itu menjadikan nama Riezka Rahmatiana kian berkibar.

Editor: Nasmay L. Anas

 

Comments

comments

PRESTASIINDONESIA.CO.- Sebagai pengusaha muda yang sedang naik daun, prestasi Riezka Rahmatiana menarik perhatian banyak kalangan. Bagaimana bisa, dalam tempo tidak lebih dari tiga tahun ia bisa sukses membangun usaha dengan omset ratusan juta setiap bulan?

Yang jelas, demikianlah Riezka. Gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, 26 Maret 1986, yang melejit dengan usaha kuliner Es Pisang Ijo khas Makasar.

Sejak merintis usaha itu dengan sebuah gerobak pinggir jalan di kota Bandung pada 2007, kini ia mampu memasarkan produknya hingga ke berbagai pelosok nusantara. Gerai waralabanya sekarang tersebar di beberapa tempat di Jabodetabek, Semarang, Surabaya, Sulawesi, Purbalingga, Purwokerto, dan kota lainnya. Dengan jumlah 100 outlet, usahanya kini beromset 300 jutaan per bulan.

Di bawah bendera CV Ezka Giga Pratama, alumni Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, Bandung, ini berhasil menyabet sejumlah penghargaan. Melalui merk dagang yang kian populer, “Es Pisang Ijo Justmine”, antara lain Riezka telah mendapatkan beberapa penghargaan. Di antaranya, Wirausaha Muda Mandiri 2008, UKM Terbaik Spirit Entrepreneur, Setia Adhikarya Mahasiswa, dan Pemuda Berprestasi 2010.
Merk dagang JustMine yang dia usung sebenarnya terinspirasi dari kata Jasmine, yang berarti melati. Nama sekuntum bunga yang memiliki aroma khas yang disukai banyak orang. Nama yang muncul begitu saja di benaknya dan Riezka sendiri awalnya tidak membayangkan bahwa bisnis dengan merk dagang itu akan semerbak, seharum bunga khas itu.

Meski demikian, Riezka tidak menggunakan kata jasmine seperti lazimnya orang mengenal nama lain dari bunga melati. Sebagai anak muda yang inspiratif, dia memplesetkan kata ”jasmine” menjadi ”JustMine”, untuk mengangkat penganan tradisional pisang ijo asli Makassar ke masyarakat. Kuliner khas Makasar yang kemudian dia jadikan peluang usaha waralaba.

Layaknya bunga melati yang harum semerbak, nama gadis kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat, pada 26 Maret 1986 ini pun kini ikut harum di kalangan pengusaha muda Indonesia. Dengan kuliner es pisang ijo khas Makasar, ia semakin dikenal sebagai seorang pengusaha muda yang sukses. Kartu namanya sekarang sudah tertulis Riezka Rahmatiana sebagai Presiden Direktur ”JustMine”.

Jatuh dan Bangun

Seperti dituturkan Riezka, bisnis yang dijalankannya bukannya tidak mengalami kendala sama sekali. Sebab berbagai usaha yang dijalankannya sejak masih mahasiswi di Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung telah ditandai dengan proses jatuh dan bangun. Sebab dia telah melakukan berbagai usaha di sela-sela kegiatan kuliahnya. Mulai dari menjadi anggota jaringan pemasaran alias multi level marketing (MLM), penjual pulsa telepon seluler, usaha laundry hingga menjajal bekerja di sebuah kafe. Dengan menyisihkan penghasilan dari bekerja itu, Riezka memulai usaha pisang ijo khas Makassar.
Dan sukses memang butuhkan perjuangan. Kerasnya tekad membawanya dari jeratan jatuh bangun bisnis yang pernah ditekuninya. Berbagai usaha yang telah dilakoninya pernah membuatnya terjerembab dalam kegagalan. Bahkan dia pun pernah ditipu oleh mitra bisnis yang menurutnya tidak pernah terpikirkan sebelumnya.
Barulah pertengahan 2007, tabir sukses itu mulai tersingkap. “Awalnya saya mampir di sebuah restoran yang menjual es pisang ijo. Ternyata rasanya enak sekali. Lalu terpikir untuk mencoba bisnis jenis ini. Sayapun cari-cari resepnya dari internet, “ kisah Riezka.
Dikatakannya, dia memang belum pernah ke Makassar. Tetapi ketekunannya mencari penganan tradisional dan kemauannya untuk belajar mengembangkan berbagai usaha, termasuk memproduksi pisang ijo, itulah menjadi modal dasarnya. Dengan semangat yang menyala-nyala dan pantang menyerah dia tidak henti berpikir bagaimana bisa sukses. Dengan menggali resep dari internet dan bertanya-tanya ke sana kemari, akhirnya dia menemukan resep es pisang ijo khas Makasar yang ternyata sangat disukai konsumennya.

Sebagai salah satu buah yang banyak ditemukan di negeri ini, pisang merupakan bahan baku yang relatif murah dan mudah didapatkan di pasar. Hanya dengan dibalut adonan tepung beras yang diberi warna hijau, sajian khas ini bisa mulai dipasarkan dengan nama tren Pisang Ijo.

Ternyata mengawali bisnis es pisang ijo tak semudah yang dibayangkan. Membuat es pisang ijo yang mantab membutuhkan semangat juang dan talenta yang tinggi. Ia butuh waktu berbulan-bulan untuk belajar banyak hal dan tidak gampang menyerah dalam melakukan banyak trial and eror. “Alhamdulillah, setelah melakukan tray and error selama beberapa bulan, akhirnya saya menemukan resep yang manjur. Kemudian, saya pun langsung jualan dengan menggunakan sebuah etalase dipinggir jalan,” katanya mengenang perjalanan bisnisnya yang sekarang sedang naik daun.

Berbekal modal awal Rp 13,5 juta, dia mulai menjalankan bisnis kuliner es pisang ijo pada 2007. Sekarang bisnis makanan pisang ijo yang segar ini mulai menjadi pilihan untuk dipasarkan di Kota Bandung. Dan itu menjadikan nama Riezka Rahmatiana kian berkibar.

Editor: Nasmay L. Anas

 

Comments

comments